KUKAR: Sasana Villa Kaning Park di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali beroperasi setelah bertahun-tahun terbengkalai pasca wafatnya mantan Bupati Kukar, Syaukani Hasan Rais.

Kawasan wisata seluas 40 hektare itu kini dibangkitkan kembali dengan konsep wisata keluarga, agrowisata dan pemberdayaan UMKM.
Grand opening digelar Jumat, 28 November 2025 berlangsung meriah dan dibagi dalam dua sesi.
Pada sore hari, ratusan warga mengikuti jalan santai mengelilingi kawasan Villa Kaning Park, dilanjutkan Zumba Party bersama instruktur profesional.
Seluruh rangkaian kegiatan dibuka gratis dan ditutup dengan pembagian doorprize bernilai puluhan juta rupiah.
Sementara sesi malam dimulai setelah salat Magrib dengan acara seremonial yang dihadiri Forkopimda Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar, serta OPD terkait seperti Dinas Pariwisata maupun Disdikbud.
Sementara hiburan, terdapat live acoustic dari Suryakustik dan penampilan DJ Pehol serta DJ Greg Sapodarja.
Untuk acara DJ, panitia menetapkan tiket on the spot sebesar Rp25.000.
Saat ini terdapat 30 tenan UMKM yang beroperasi, dan jumlah ini akan ditingkatkan tahun depan.
Sebanyak 80 persen tenaga kerja di Villa Kaning Park berasal dari generasi muda atau Gen Z.
Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro menyampaikan bahwa grand opening ini bukan hanya pembukaan lokasi wisata, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi lokal.
“Sore ini kita awali dengan olahraga, jalan santai dan zumba dengan banyak doorprize. Nanti malam ada hiburan rakyat untuk masyarakat Maluhu dan sekitarnya. Imbasnya luar biasa, UMKM sangat laris dan masyarakat bisa berbelanja,” ucapnya.
Menurutnya, pihak pengelola juga meminta seluruh tenan menjaga harga agar tetap terjangkau.
“Harga UMKM dipatok tidak boleh lebih dari Rp20 ribu. Ini sangat positif bagi warga kami,” tambahnya.
Tri Joko mengungkapkan bahwa kawasan tersebut dulunya sangat produktif, dengan sawah, kolam ikan, serta kebun yang terawat.
Namun sejak bertahun-tahun tidak diurus, kondisinya sempat terbengkalai.
“Dulu persawahan dan perikanannya produktif, tetapi sempat tidak terawat. Jadi saya sangat bahagia karena manajemen baru membuka kembali lahan persawahan, perkebunan, perikanan, bahkan kandang ayam sudah mulai dibangun,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hasil dari peternakan dan pertanian di kawasan itu nantinya juga disiapkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk penyediaan makanan bergizi gratis.
Tri Joko memastikan bahwa sejumlah sektor produksi di Villa Kaning Park sudah berjalan.
“Kandang ayam sudah proses dan sebentar lagi selesai. Perikanan sudah dua kali panen, persawahan sudah mulai diolah untuk musim tanam berikutnya,” jelasnya.
Seluruh kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, terutama kelompok tani dan kelompok budidaya lokal.
“Pengelola menyiapkan lahannya, warga yang mengelola. Jadi dampak keberadaan Villa Kaning Park sangat dirasakan masyarakat Maluhu,” tegasnya.
Villa Kaning Park kini dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga.
Selain wahana hiburan, kawasan itu juga menyiapkan fasilitas wisata edukasi seperti kebun anggur, alpukat, hingga revitalisasi sawah 20 hektare dengan konsep wisata sawah ala “betapus” Samarinda.
Pengunjung dapat menikmati pemandangan sawah, berjalan di pematang, atau bersantai sambil berbelanja kuliner UMKM.
Dengan grand opening ini, Villa Kaning Park diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata baru di Tenggarong dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

