
BONTANG : Mengantisipasi lonjakan penumpang pada liburan Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah, di Pelabuhan Loktuan Kota Bontang , jauh sebelumnya Komisi III DPRD Kota Bontang telah mengusulkan penambahan armada laut, tapi usulan ini belum terjawab.
“Kami sudah usulkan sejak dua tahun kemarin ke Pemkot Bontang. Tapi belum ada jawaban,” ujarnya kepada narasi.co di ruang kerjanya, Senin (13/3/2023).
Armada yang diusulkan, lanjutnya, milik PT Pelni karena harganya cukup terjangkau untuk masyarakat. Hanya saja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub belum memberikan respon.
“Katanya memang seperti itu. Tapi sebelumnya sudah ada MoU bahkan dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika, penambahan kapal pelni tidak bisa beroperasi, pihaknya mendukung penggunaan kapal milik swasta demi kepentingan masyarakat.
“Penambahan armada juga aspirasi masyarakat, kalau kapal pelni tidak bisa. Maka,mau tidak mau kami dukung pengguna kapal swasta. Meski harga cukup mahal,” tuturnya.
Meski demikian, ia meminta agar keberadaan kapal swasta yang diisukan adalah Kapal Roro untuk dibuktikan kebenarannya dengan masuk Pelabuhan Loktuan Kota Bontang.
Akan hal ini, ia mengaku pihaknya telah mengundang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang untuk membahas hal ini lebih lanjut besok.
“Besok kami rapat dengan Dishub membahas hal ini,” tandasnya.

