SAMARINDA: Ribuan massa Aksi 214 Samarinda, mulai bergerak menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa, 21 April 2026.
Pergerakan massa membuat kawasan Teras Samarinda dipadati peserta aksi dan warga yang ingin menyaksikan langsung jalannya demonstrasi.
Berdasarkan pantauan Narasi.co, sekitar pukul 12.50 WITA, arus massa terus berdatangan dan memenuhi area tersebut meski cuaca terik.
Warga dari berbagai kalangan tampak ikut memadati lokasi.
Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Ambulans terlihat bersiaga di Jalan Gadjah Mada, sementara posko massa di kawasan Teras Samarinda mulai ramai dengan logistik yang disiapkan peserta aksi.
Di sisi pengamanan, aparat gabungan tampak memperketat penjagaan, khususnya di area dalam Kantor Gubernur Kaltim.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika yang mungkin berkembang seiring bertambahnya jumlah massa.
Hingga siang hari, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau belum mengalami penutupan total, meski kepadatan mulai meningkat.
Menariknya, aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah konsentrasi massa.
Puluhan pedagang dan pelaku UMKM memadati sepanjang kawasan Teras Samarinda hingga sisi pagar kantor gubernur, mulai dari Jalan Gunung Semeru, Jalan Gadjah Mada, hingga Jalan Gunung Kinabalu.
Di sisi lain, di salah satu sudut Jalan Gunung Kinabalu, sebuah kendaraan milik penyandang disabilitas menarik perhatian karena memuat tulisan bernada kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Sementara itu, Rudy Mas’ud terpantau sempat melaksanakan salat Zuhur berjemaah di Masjid lingkungan Pemprov Kaltim.
Usai ibadah, ia juga melayani warga yang meminta berfoto bersama.
Salah satu peserta aksi, Febriana (32), mengaku hadir untuk menyampaikan aspirasi.
“Saya ikut aksi ini karena ingin menyampaikan aspirasi sebagai masyarakat. Harapannya pemerintah bisa lebih mendengar dan memperhatikan kondisi yang ada,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Kantor Gubernur Kaltim masih terpantau kondusif meski jumlah massa terus bertambah.

