SAMARINDA: Suasana aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) semakin memanas pada Selasa siang 21 April 2026, seiring meningkatnya jumlah massa dan intensitas orasi.
Berdasarkan pantauan Narasi.co, suara imbauan dari aparat Satuan Tugas (Satgas) Polresta Samarinda terdengar melalui pengeras suara dari dalam area Kantor Gubernur Kaltim.
Aparat meminta massa untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama aksi berlangsung.
“Silakan sampaikan aspirasi dengan baik, jaga keselamatan bagi masyarakat. Terima kasih atas kegiatan pada pagi siang ini. Jaga terus ketertiban,” demikian imbauan yang disampaikan.
Namun, imbauan tersebut justru disambut sorakan dari ribuan massa yang memadati kawasan aksi. “Huuuuuuuuuu,” bunyinya.
Sekitar pukul 14.00 Wita, massa aksi mulai memusatkan orasi di depan posko yang berada di kawasan Teras Samarinda.
Orasi dipimpin oleh kelompok emak-emak yang tampil menyuarakan tuntutan secara lantang.
“Turun, turun, turun Pak Rudy Mas’ud! Hidup masyarakat Kaltim!” teriak massa dalam orasi yang disambut riuh peserta aksi lainnya.
Dampak dari meningkatnya aktivitas massa, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada mulai mengalami kepadatan.
Kendaraan yang melintas tampak dibatasi untuk menghindari penumpukan di titik aksi.
Aksi ini digelar oleh Aliansi Rakyat Kaltim dengan membawa grand desain bertajuk “Kaltim Darurat, Pemprov Tidak Becus, Rakyat Tidak Terurus”.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya mendesak evaluasi terhadap seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut.

