
BONTANG : Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Abdul Samad meminta PT Bontang Migas Energi (BME) melakukan penyambungan jaringan gas (jargas) ke wilayah pesisir Bontang Kuala.
Ia mengaku bahwa penyambungan Jargas itu merupakan aspirasi masyarakat setiap dirinya menggelar reses di wilayah ini.
“Setiap reses mereka minta pasangkan jargas. Apa bisa ?,” tanya Abdul Samad dalam rapat bersama PT BME, Senin (13/3/2023).
Menurut mereka, penggunaan jargas lebih efektif dalam meminimalisir pengeluaran rumah tangga dari menggunakan tabung gas elpiji yang kian hari harganya terus melonjak.
“Karena itu mereka minta untuk meneruskan hal ini,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Direktur PT BME Siti Hamnah mengatakan bahwa pihaknya bisa melakukan penyambungan ke rumah-rumah penduduk. Namun untuk saat ini belum dibolehkan pemasangan di wilayah pesisir karena beberapa alasan. Salahnya satunya penggaraman pada pipa yang menyebabkan korosi hingga kebocoran.
“Untuk wilayah pesisir belum di bolehkan, karena bisa mengakibatkan korosi pada pipa jargas akibat air garam. Jadi kami tidak berani. Tapi selain dari pada wilayah pesisir kami siap melakukan pemasangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pemasangan dan penyambungan jargas di Kota Bontang telah dibiayai pemerintah kota sehingga tidak ada pungutan apapun.
Namun bagi yang pemilik rumah yang melakukan renovasi rumah dan pemindahan dapur maupun pergantian pipa jargas akan dikenakan biaya.
“Biayanya relatif. Tergantung kebutuhan rumah tersebut,” tuturnya.
Ia juga menghimbau masyarakat, jika ditemukan petugas melakukan pungutan liar (pungli) pemasangan jargas maka dapat diadukan ke pihaknya.
“Selain pergantian pipa jargas, jika ada pungli laporkan ke saya siapa petugas, saya akan tindak lanjut,” tandasnya.

