SAMARINDA : Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Tri Widodo meminta kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II agar mampu bertransformasi melakukan perubahan dan inovasi.
“Pemimpin bukan hanya mengandalkan pekerjaan orang lain dan mengklaim itu pekerjaan saya. Jadilah pemimpin perubahan, pemimpin strategis dan pemimpin kolaboratif,” tegasnya.
Hal itu ia katakan pada Upacara Pelepasan PKN Tingkat II Angkatan IX di Auditorium Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslatbang) Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (KDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Kamis (26/9/2024).
Dirinya pun membacakan pengumuman peserta yang masuk kategori terbaik lima besar secara berurutan.
Peringkat pertama, Fahmi Prima Laksana (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov Kaltim).
Peringkat kedua, Irhamsyah (Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov. Kaltim).
Peringkat ketiga, Joko Istanto (Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Kaltim).
Peringkat keempat, Yudianto Rihartono (Kepala Bappeda dan Litbang Pemkab Kutai Barat).
Peringkat kelima Syahruddin (Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Kota Bontang).
Kepala Puslatbang KDOD LAN Samarinda Muhammad Aswad mengungkapkan dari 58 peserta PKN Tingkat II dengan peserta pria sebanyak 49 orang dan wanita 9 orang itu, semua dinyatakan lulus.
“Dari 58 peserta itu, sebanyak 16 peserta dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan 42 peserta dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan,” sebutnya.
Ia menerangkan, PKN Tingkat II mengusung tema “Transformasi Kebijakan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Dalam Rangka Percepatan Pengentasan Kemiskinan” yang dibagi menjadi 4 sub tema.
Diantaranya strategi kebijakan percepatan hilirisasi sektor perekebunan dan komoditas unggulan, strategi kebijakan pengembangan industri hasil pertanian dan peternakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, strategi kebijakan pemanfaatan dan konservasi sumber daya laut yang berkelanjutan dan strategi kebijakan untuk percepatan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
“Ada tiga produk pembelajaran proyek perubahan yang dibuat oleh peserta PKN Tingkat II, yaitu seminar rancangan dan implementasi proyek perubahan, policy brief dan mini expo proyek perubahan,” terangnya.
Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim M Jauhar Effendy yang hadir sebagai salah satu coach atau pembimbing peserta PKN Tingkat II menyebut stand mini expo juga dilakukan penilaian, mulai terbaik I, II dan III serta harapan I, II dan III.
“Prosesesi penyerahan sertifikat dilakukan oleh Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara. Baik peserta maupun penyelenggara pelatihan semua memakai pakaian adat nusantara dari daerah masing-masing,” tuturnya.
Kegiatan pelatihan berlangsung selama 4 bulan 20 hari, mulai tanggal 6 Mei sampai dengan 26 September 2024 dengan pelatihan secara tatap muka (klasikal) dan secara daring (online).
Tampak hadir, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyanto, Pjs Wali Kota Bontang Munawwar beserta Sekda Bontang, Aji Erlynawati serta sejumlah undangan.(*)

