Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Anggaran Stunting di Bontang Hanya Rp237 Juta, DPRD Minta Peningkatan
DPRD Bontang

Anggaran Stunting di Bontang Hanya Rp237 Juta, DPRD Minta Peningkatan
Telah dibaca : 947 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah16 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Sumardi Anggota DPRD Bontang
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

BONTANG : Meski dikenal sebagai salah satu kota terkaya di Indonesia dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp68,11 triliun pada 2023, anggaran untuk menangani masalah stunting di Kota Bontang dinilai sangat minim.

Alokasi sebesar Rp237 juta hanya diperuntukkan bagi pemberian makanan bergizi untuk 2.655 balita di tiga kelurahan dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni Kelurahan Bontang Lestari, Berbas Pantai, dan Tanjung Laut Indah.

Anggaran tersebut digunakan untuk Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu di wilayah-wilayah tersebut. Namun, angka ini dinilai tidak mencukupi untuk menangani masalah stunting yang masih menjadi isu sosial serius di Bontang.

Anggota DPRD Kota Bontang Sumardi, merasa prihatin terkait minimnya anggaran yang dialokasikan pemerintah kota untuk penanganan stunting.

Menurutnya, sebagai salah satu kota dengan pendapatan tinggi, terutama dari sektor industri, Bontang seharusnya bisa memberikan perhatian lebih serius terhadap isu-isu sosial, terutama stunting.

“Dana stunting sangat kecil, tolong ditingkatkan. Kami sudah mendorong Dinas Kesehatan untuk membentuk tim khusus penanganan stunting di wilayah pesisir, yang harus diprioritaskan,” ujar Sumardi.

Sumardi juga menegaskan, masalah stunting di Bontang bisa ditangani dengan cepat jika ada keseriusan dan alokasi anggaran yang memadai.

“Malu kalau seperti ini. Jika konsisten dan fokus, masalah stunting bisa selesai dalam waktu satu bulan,” tegasnya.

Bontang yang masuk dalam daftar 10 kota terkaya di Indonesia seharusnya, menurut Sumardi, bisa menjadi contoh bagi kota lain dalam menangani isu-isu sosial seperti stunting.

Ia berharap pemerintah segera memperhatikan kebutuhan ini dan meningkatkan anggaran yang ada agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif.(*)

DPRD Bontang Stunting Sumardi
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticlePemanfaatan Geoportal, Samarinda Kelola Tata Ruang Berbasis Data
Telah dibaca : 993 Kali.
Next Article Pj Gubernur Minta DPMPTSP Sigap Sambut Negara Eropa Investasi Energi Terbarukan
Telah dibaca : 794 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Revitalisasi Danau Kanaan Rp267 Miliar di Bontang Resmi Dibatalkan
Telah dibaca : 655 Kali.

7 April 2026

Sengketa Lahan Tanjung Laut Belum Temui Solusi, DPRD Bontang Siapkan RDP Lanjutan
Telah dibaca : 686 Kali.

6 April 2026

Warga Tanjung Laut Terancam Tergusur, DPRD Bontang Turun Tangan
Telah dibaca : 683 Kali.

6 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.