
BONTANG : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Yusuf menyoroti pentingnya pembinaan yang komprehensif bagi anak jalanan dan anak “punk” di Kota Bontang yang sering terlibat dalam pergaulan bebas.
Menurutnya, pendekatan yang hanya berfokus pada penertiban tidak akan menghasilkan solusi jangka panjang untuk masalah ini. Yusuf menilai, anak-anak jalanan ini merupakan korban dari berbagai faktor sosial seperti putus sekolah dan pengangguran.
“Mereka itu hanya terjebak dalam pergaulan bebas. Kadang, beberapa di antara mereka bahkan masih di bawah umur,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masalah ini membutuhkan langkah pembinaan yang lebih mendalam, melibatkan orang tua dan rohaniawan, agar anak-anak tersebut mendapat pemahaman mengenai perilaku yang melanggar norma sosial dan agama.
Menurut Legislator PKB itu langkah penertiban yang sering dilakukan pihak keamanan belum cukup untuk menuntaskan masalah ini.
“Percuma saja kalau kita menangkap mereka tapi tidak ada tindak lanjut pembinaan,” tegasnya.
Ia menyarankan agar setiap kali ada anak jalanan yang diamankan, pihak keamanan segera bekerja sama dengan pihak lain, seperti orang tua dan rohaniawan, sesuai agama yang dianut anak-anak tersebut, untuk memberikan bimbingan dan pendidikan.
Yusuf juga mengusulkan agar peraturan daerah yang mengatur penertiban anak jalanan dan anak punk dapat disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan, sehingga langkah pembinaan bisa lebih terarah.
“Penertiban tanpa pembinaan hanya akan menjadi tindakan sementara. Kita perlu langkah yang lebih menyeluruh agar masalah ini tidak berulang di masa depan,” paparnya.
Ia berharap pendekatan yang lebih edukatif dan preventif ini dapat membantu anak-anak tersebut kembali ke lingkungan yang lebih baik.
Yusuf menegaskan, solusi terhadap masalah anak jalanan dan punk di Bontang tidak hanya harus bersifat represif, tetapi juga mampu memberikan dampak positif jangka Panjang.(*)

