
KUKAR: Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mengikuti pelatihan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program One Zero Waste dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang minim sampah.
Kegiatan yang digelar di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Barokah, Kecamatan Loa Kulu ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.
Pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu, serta para pengurus TPS3R dari tiga kecamatan lainnya: Muara Kaman, Muara Wis, dan Muara Muntai.
Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
TPS3R Barokah dipilih sebagai lokasi karena dinilai berhasil menerapkan sistem pengolahan sampah terpadu dengan melibatkan peran aktif masyarakat.
Para peserta pelatihan mendapatkan kesempatan meninjau langsung proses kerja TPS3R, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan kompos, penggunaan mesin pres botol dan kaleng, hingga sistem pembakaran sampah untuk mengurangi volume residu.
Selain itu, peserta juga mengikuti diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan serta solusi dalam pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadil, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dari berbagai kecamatan.
Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat kolaborasi antarwilayah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Semoga apa yang didapat di TPS3R Barokah bisa menjadi inspirasi dan diterapkan di masing-masing wilayah, sehingga program one zero waste di Kutai Kartanegara bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Mari kita wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bersama-sama,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa TPS3R Barokah saat ini telah menggunakan sistem pengelolaan modern, yakni memilah sampah berdasarkan jenis dan fungsinya.
Sistem ini menggantikan metode lama angkut-buang dan terbukti mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Selama tahun 2024, TPS3R Barokah tercatat berhasil mengelola sekitar 160,35 ton sampah organik dan anorganik.
Sementara dalam tiga bulan pertama tahun 2025, volume sampah yang berhasil ditangani mencapai 79,72 ton.
Sebelum menerapkan sistem ini, dua truk sampah penuh dikirim ke TPA setiap harinya. Kini, jumlah tersebut telah berkurang signifikan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tantangan bersama yang memerlukan kerja sama lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.
“Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Lewat pelatihan ini, kita belajar dari TPS3R Barokah sebagai contoh konkret sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Harapannya, semua wilayah bisa bergerak sejalan dalam mewujudkan Kutai Kartanegara minim sampah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antarwilayah dalam pengelolaan sampah diperkuat, sekaligus menjadi langkah nyata mendukung visi Kukar sebagai kabupaten yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Adv)

