Samarinda – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memanfaatkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada hari Sabtu dan Minggu nampaknya akan terealisasikan mulai minggu ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun kepada awak media, Selasa (27/7/2021). Namun diakuinya pemerintah tidak bisa memberikan beban melebihi kemampuan Puskesmas seperti penanganan pasien penyakit berat, mengingat sarana prasarana yang tidak dimiliki.
“Jadi nanti difungsikan sebagai rujukan pasien ringan atau yang sementara waktu masih dapat ditangani pihak Puskesmas,” terang Andi Harun.
Di samping bisa memberi fungsi 3T yaitu testing, tracing treatment tergantung pada skala pasien. Apakah memiliki gejala penyakit ringan atau berat. Untuk gejala berat tetap harus di rumah sakit.
“Saya mensupport ini memang kita bekerja di luar keadaan normal. Tentu capek dan lelah karena bekerja di luar jam dinas. Tetapi saya mengatakan melakukan penanganan Covid ini bukan lagi sekadar menyuguhkan kewajiban profesionalisme formal. Tetapi mungkin kerjanya lebih besar dari kerja normal. Kita jadikan sebagai ibadah saja,” terang AH sapaan akrabnya dengan optimis.
Karena kalau pakai profesionalisme formal tentu setelah selesai jam kantor para medis seharusnya beristirahat, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka (tenaga kesehatan) memiliki keluarga yang terpapar Covid-19. Tetapi tetap bekerja karena bertanggung jawab sebagai aparatur negara yang sama dengan di Puskesmas.
“Mereka saya dorong dan ajak untuk tidak lagi sekadar melaksanakan tugas profesionalisme formal tetapi kita harus siap bekerja 24 jam karena situasi penanganan Covid memang memerlukan tindakan ekstra,” tegas Andi.
Menurutnya, saat seperti ini adalah saat dimana loyalitas kinerja pemerintah diuji. Namun, AH menuturkan jika Pemkot Samarinda yang di dalamnya termasuk para OPD termasuk camat, lurah dan Puskesmas sekarang telah berusaha menganut prinsip itu.
“Kami keluarkan segala kemampuan yang bisa dilakukan. Kami menyadari bahwa aparat pasti sangat lelah. Mereka rata-rata kembali ke rumah jam 2 atau 3 dini hari. Itu pun masih dilihat kekurangan yang kita lihat sana sini,” beber pemimpin Kota Tepian itu.
AH mengajak agar hal tersebut tidak menjadi beban. Tetapi dijadikan sebagai ladang ibadah dimana telah melakukan perbuatan baik yang maksimal.
Terkait kebutuhan tenaga, Andi mengatakan jika hal itu telah masuk dalam pembahasan dan jika memang dibutuhkan maka Dinas Kesehatan diminta segera menyiapkan Peraturan Wali Kota untuk bantuan tenaga.
“Bahkan saya juga telah menyampaikan kepada Puskesmas jika memerlukan tenaga ambulan silakan melakukan rekrut dengan sistem kontrak. Andi mengatakan pihaknya siap mendukung dan mencari anggaran pembiayaan,” tutup Andi Harun.

