Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Warisan Budaya Tenun Sarung Samarinda Bertahan Hingga Sekarang Walau Pengrajin Semakin Sedikit
Ekonomi

Warisan Budaya Tenun Sarung Samarinda Bertahan Hingga Sekarang Walau Pengrajin Semakin Sedikit
Telah dibaca : 969 Kali.

Adi Rizki RamadhanBy Adi Rizki Ramadhan26 Desember 2025Updated:7 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Vera Eka Wati, penenun sekaligus pemilik Rumah Tenun Rahma Dina.
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Kampung Wisata Tenun Samarinda, yang terletak di Jalan Panglima Bendahara, kawasan Samarinda Seberang, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin melihat langsung proses pembuatan sarung tenun khas Kota Tepian.

Lokasinya hanya beberapa menit dari pusat kota, dan begitu sampai, pengunjung langsung disambut suasana khas yang dipenuhi oleh deretan ibu-ibu pengrajin yang tengah asyik menenun menggunakan alat tradisional Gedokan atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Dengan penuh ketelatenan, mereka mengubah benang-benang berwarna menjadi sarung Samarinda yang elegan.

Pengunjung tidak hanya bisa melihat proses tenun yang mengagumkan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba menenun langsung, dibimbing oleh para pengrajin.

Salah satu pengrajin senior, Muhammad Arsyad, yang telah menekuni kerajinan ini sejak 1990, menjelaskan bahwa usaha ini dimulai oleh kakeknya, diteruskan ibunya, dan kini menjadi tanggung jawabnya sebagai generasi ketiga.

Menurutnya, meskipun jumlah pengrajin semakin sedikit, permintaan terhadap sarung Samarinda tetap tinggi, bahkan melebihi kapasitas produksi yang ada.

“Sedikit yang memproduksi, namun permintaan banyak. Sarung Samarinda terkenal sampai Nusantara,” ujar Arsyad saat ditemui disela kegiatannya, Jumat, 26 Desember 2025.

Arsyad membeberkan alasan tetap eksisnya sarung tenun ini dengan selalu menjaga kualitas.

Untuk bahan baku, kata Arsyad menggunakan bahan dari luar negeri, namun tetap mempertahankan bahan lokal untuk varian sarung yang lebih terjangkau.

Bahan baku yang digunakan diambil dari berbagai daerah, termasuk luar negeri.

Meski bahan baku dari China dikenal sebagai yang terbaik, ia juga memanfaatkan bahan lokal untuk berbagai kualitas sarung yang berbeda.

Tak hanya sarung, Arsyad juga memproduksi kerajinan lain seperti tas, gelang manik, dan kopiah.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha agar tidak bergantung hanya pada satu produk.

Dalam proses produksi, ia mempekerjakan lebih dari 30 pengrajin yang bekerja secara fleksibel, tanpa target ketat, untuk menjaga kenyamanan dan produktivitas mereka.

“Kami mempekerjakan lebih dari 30 pengrajin, dan kapasitas produksi harian kami mencapai sekitar 15 sarung. Kami berusaha untuk menjaga kualitas dan kenyamanan kerja mereka,” jelasnya.

Salah satu sosok pengrajin lainnya selain Arsyad yang konsisten menjaga tradisi adalah Vera Eka Wati, pemilik Rumah Tenun Rahma Dina.

Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia tenun, belajar langsung dari almarhum ibunya.

Kini, sudah delapan tahun ia menekuni usaha ini secara mandiri, sekaligus memproduksi kerajinan manik-manik khas Samarinda.

“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dua hari. Tapi kalau yang lebih rumit bisa sampai tiga hari atau lebih. Tantangannya biasanya kalau benangnya putus, harus disambung lagi satu per satu,” ujar Vera.

Harga sarung tenun bervariasi, mulai dari Rp450 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung kerumitan motif dan waktu pengerjaan.

Tak sedikit pelanggan berasal dari luar kota, menjadi bukti bahwa produk kriya lokal ini masih punya pesona tersendiri.

“Sudah banyak yang memesan kain tenun saya, bahkan dari berbagai kota,” kata Vera.

“Selain sarung, kami juga memproduksi berbagai kerajinan lain seperti tas, gelang manik, dan kopiah, untuk menjaga keberlanjutan usaha dan mendiversifikasi produk,” tambahnya.

Kampung Wisata Tenun Samarinda buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 Wita.

Dengan terus berkembangnya permintaan dan semakin dikenalnya produk tenun Samarinda, diharapkan kerajinan ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memberi dampak positif pada ekonomi lokal, serta terus menjaga kualitas dan keberlanjutannya di masa depan.

“Harapan saya, sarung tenun Samarinda ini tetap eksis dan memberi dampak positif bagi masyarakat lokal,” kata Arsyad penuh harap.

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleDaftar UMK 2026 Kabupaten/Kota se-Kaltim: Berau Tertinggi, Paser Paling Rendah
Telah dibaca : 1.005 Kali.
Next Article Kata Pengrajin Tenun Samarinda Soal Pelatihan dari Pemerintah: Tidak Efisien dan Hanya Buang Anggaran
Telah dibaca : 962 Kali.
Adi Rizki Ramadhan

Related Posts

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.

22 April 2026

Strategi Pemkot Samarinda Kendalikan Inflasi Imbas Kenaikan BBM, Operasi Pasar Kembali Digelar
Telah dibaca : 649 Kali.

21 April 2026

BPK Kaltim Nyatakan Pengelolaan Dana Parpol di Samarinda Tanpa Temuan
Telah dibaca : 645 Kali.

20 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 605 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.