BALIKPAPAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi (MBG) merupakan bukti nyata kerja pemerintahan, bukan sekadar janji politik.
Ia menyebut, sejak awal program tersebut banyak diragukan dan dianggap mustahil untuk dijalankan dalam skala besar.
“Saya orang yang tidak suka banyak janji, sehingga mungkin saya dituduh kurang komunikatif. Tapi sekarang saya sudah buktikan, yang dulu dikatakan makan bergizi tidak mungkin berhasil, ternyata bisa,” ujar Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin 12 Januari 2026.
Presiden menyampaikan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau 58 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Penerima tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, hingga lansia, dengan sebagian di antaranya menerima layanan antar makanan langsung ke rumah.
Prabowo mengilustrasikan capaian tersebut dengan perbandingan jumlah penduduk negara lain. Menurutnya, 58 juta penerima manfaat setara dengan memberi makan sembilan kali jumlah penduduk Singapura setiap hari.
“Kalau Singapura penduduknya sekitar 6 juta, berarti kita memberi makan sembilan Singapura setiap hari. Negara yang sering dianggap tidak bisa apa-apa, hari ini bisa memberi makan 58 juta orang setiap hari,” katanya.
Ia menilai capaian tersebut sebagai prestasi besar dari sisi manajemen dan koordinasi lintas sektor, mengingat sebelumnya banyak pihak yang meragukan kemampuan negara menjalankan program sebesar itu dalam waktu singkat.
Presiden menargetkan jumlah penerima manfaat program makan bergizi akan terus meningkat. Pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat pada Desember 2026, sebuah capaian yang menurut Prabowo jauh lebih cepat dibandingkan negara lain.
“Brazil mencapai 41 juta penerima dalam waktu 11 tahun. Kita 58 juta dalam satu tahun. Ini yang dulu dianggap tidak mungkin, sekarang justru jadi bahan pembicaraan di banyak tempat dan menjadi studi kasus,” ujarnya.
Selain program makan bergizi, Prabowo juga menyinggung penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengatakan program koperasi tersebut juga sempat dipertanyakan manfaatnya oleh sebagian pihak.
“Banyak yang bertanya, untuk apa Koperasi Desa Merah Putih? Kita akan buktikan,” tegasnya.
Presiden menargetkan hingga akhir Desember 2026 akan terbentuk sedikitnya 40 ribu koperasi desa yang sudah beroperasi dan berjalan aktif. Melalui koperasi tersebut, pemerintah berharap perputaran ekonomi dapat bergerak dari tingkat paling bawah, yakni desa dan komunitas lokal.
“Ekonomi nanti akan bergerak dari bawah. Pertumbuhannya nanti akan membanggakan kita semua,” pungkas Prabowo.
Pemerintah meyakini sinergi antara Program Makan Bergizi dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kesejahteraan rakyat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.

