SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menargetkan penghimpunan zakat di Kaltim pada 2026 dapat menembus angka minimal Rp100 miliar melalui gerakan Kaltim Berzakat.
Target tersebut disampaikan menyusul capaian penghimpunan zakat tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp20,6 miliar.
Menurut Rudy, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp6 hingga Rp8 miliar.
Meski demikian, capaian itu dinilai masih jauh dari potensi zakat di Kaltim yang diperkirakan mencapai Rp6 triliun.
“Kalau hari ini baru Rp20 miliar tentu masih jauh dari potensi yang ada. Mudah-mudahan tahun ini bisa tembus minimal Rp100 miliar, syukur-syukur bisa Rp1 triliun,” ujarnya saat penyerahan zakat dalam kegiatan Kaltim Berzakat 2026 di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menegaskan, zakat bukan hanya kewajiban ibadah semata, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi di daerah.
“Zakat ini bukan hanya kewajiban dalam beribadah, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi instrumen strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan juga mengurangi kesenjangan ekonomi,” katanya.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim yang dinilai telah bekerja secara profesional dan akuntabel.
Laporan keuangan yang diaudit akuntan publik disebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rudy turut menyoroti masih minimnya partisipasi sejumlah perusahaan, khususnya di sektor pertambangan, dalam menunaikan zakat harta maupun zakat usaha.
“Masih banyak perusahaan di Kaltim yang belum memberikan kontribusi zakat. Ini menjadi catatan,” tegasnya.
Ia mendorong seluruh elemen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD) atau perusahaan daerah (Perusda), hingga dunia usaha untuk menjadi pelopor dalam gerakan berzakat.
Zakat, menurutnya, tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi, dukungan pendidikan, bantuan kesehatan, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita jadikan Kaltim Berzakat ini gerakan bersama, ASN menjadi pelopor, dunia usaha menjadi penggerak, dan masyarakat menjadi bagian solusi kesejahteraan,” ujarnya.
Kegiatan Kaltim Berzakat 2026 juga dirangkai dengan penyerahan zakat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, pejabat pemerintah, serta para muzaki lainnya sebagai simbol komitmen memperkuat penghimpunan zakat di daerah.

