SAMARINDA: 459 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kaltim, Senin, 23 Februari 2026.
Penganugerahan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.

Sri Wahyuni menyampaikan, meski hari jadi Provinsi Kaltim diperingati setiap 9 Januari, rangkaian kegiatan peringatan dapat dilaksanakan setelahnya sebagai bagian dari momentum refleksi dan apresiasi terhadap kinerja aparatur.
“Jumlah penerima Satyalencana Karya Satya hari ini sebanyak 459 orang. Sebanyak 200 orang hadir secara luring dan 259 orang mengikuti secara daring,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, 28 ASN menerima penghargaan masa pengabdian 30 tahun, 88 ASN untuk masa kerja 20 tahun, dan 343 ASN untuk masa kerja 10 tahun.
Sri Wahyuni menegaskan, Satyalencana Karya Satya merupakan bentuk nyata apresiasi negara kepada ASN yang telah mengabdi secara konsisten, loyal, disiplin, dan menunjukkan kinerja baik dalam menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan bahwa penghargaan tersebut ditetapkan dan ditandatangani langsung oleh Presiden Republik Indonesia sehingga memiliki nilai kehormatan tersendiri.
“Di antara penghargaan yang diterima ASN, yang ditandatangani Presiden adalah Satyalencana Karya Satya. Karena itu ada proses dan waktu untuk mendapatkan penghargaan ini,” katanya.
Menurutnya, pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun bukanlah perjalanan yang mudah.
ASN telah melewati berbagai dinamika birokrasi, perubahan kebijakan, hingga tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
“Pengabdian ini artinya Bapak Ibu menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme. Tidak semua ASN bisa melewati proses panjang ini,” ucapnya.
Sri Wahyuni menambahkan, momentum penghargaan yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Kaltim menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia aparatur.
“ASN adalah motor penggerak utama kebijakan dan pelayanan publik. Baik struktural maupun fungsional, semuanya memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kaltim untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga etika, dan memperkuat semangat melayani dengan sepenuh hati,” katanya.
Kepada para penerima penghargaan, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan selama masa pengabdian.
Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan tetap menjadi ASN yang tidak sekadar bekerja, tetapi juga mengabdi.
“Mari kita bangun birokrasi Kaltim yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik demi terwujudnya Kalimantan Timur sukses menuju generasi emas,” tutupnya.

