SAMARINDA: Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Wal Khittoh Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan penguatan sinergi hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan dzikir kebangsaan sekaligus mendorong kolaborasi sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris DPD Jemaah Dzikir Nurul Wathon Kaltim Supriyanto saat menjelaskan arah program organisasi menjelang pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April mendatang.
Menurutnya, keberadaan struktur DPD dan DPC di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur tidak hanya difokuskan pada kegiatan dzikir bersama, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat desa dalam menjaga persatuan dan keselamatan bangsa.
“Target utama kami adalah kolaborasi sampai ke desa-desa. Karena ini dzikir umat, dzikir bangsa, untuk keselamatan bangsa agar kondisi negara tetap aman,” ujarnya, saat diwawancarai, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menilai, situasi global yang saat ini penuh ketidakpastian menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan melalui kegiatan keagamaan yang positif.
Selain kegiatan dzikir rutin, Jemaah Dzikir Nurul Wathon Kaltim juga berencana menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan serta kegiatan kemanusiaan yang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah.
Supriyanto menjelaskan, ke depan kegiatan dzikir akan melibatkan pesantren-pesantren di daerah sebagai mitra utama pelaksanaan program.
Untuk tingkat DPC, kegiatan dzikir direncanakan dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan hingga satu kali dalam sepekan sesuai kesiapan masing-masing daerah.
Sementara itu, kegiatan berskala besar seperti tabligh akbar dan dzikir akbar tingkat provinsi direncanakan digelar setidaknya satu kali dalam setahun.
“Selain dzikir, kami juga fokus pada kegiatan sosial keagamaan dan kemanusiaan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat,” katanya.
Saat ini, pembentukan panitia pelantikan disebut telah memasuki tahap akhir dengan progres persiapan mencapai sekitar 60 persen.
Panitia tinggal mematangkan aspek teknis pelaksanaan, termasuk transportasi, akomodasi, serta kesiapan lokasi kegiatan.
Di Kalimantan Timur, kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah terbentuk di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Beberapa daerah dengan jumlah anggota cukup besar di antaranya Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan.
Sementara untuk wilayah Mahakam Ulu, kepengurusan direncanakan akan digabung dengan Kabupaten Kutai Barat mengingat faktor jarak dan akses wilayah.
Diketahui, Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Wal Khittoh Indonesia di Kalimantan Timur merupakan kepengurusan tingkat provinsi pertama yang terbentuk dan diharapkan menjadi percontohan pembentukan struktur organisasi di daerah lain di Indonesia.

