SAMARINDA: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan seluruh kepala desa agar waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan penyedia layanan internet dalam program internet gratis desa.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengungkapkan adanya laporan sejumlah kepala desa yang menerima tagihan bulanan dari oknum yang mengaku sebagai pihak provider internet.
Padahal, program internet desa merupakan fasilitas yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah provinsi.
“Banyak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penipuan kepada kepala desa dengan mengirimkan tagihan bulanan. Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada pembayaran apa pun dari desa untuk program internet gratis Pemprov Kaltim,” ujar Faisal saat jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, hingga akhir tahun 2025 program internet gratis telah terpasang di 802 desa di Kalimantan Timur.
Program tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan pemasangan di 39 desa, sehingga total desa penerima manfaat mencapai 841 desa.
Menurut Faisal, sejak Januari hingga Februari 2026 terdapat beberapa laporan desa yang didatangi atau dihubungi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penagihan layanan internet.
“Kalau ada yang mengaku dari provider lalu menagih biaya bulanan, mohon tidak ditanggapi. Kontraknya langsung antara Pemprov Kaltim melalui Diskominfo dengan penyedia layanan, bukan dengan pemerintah desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat provider resmi yang secara administratif keliru melakukan penagihan kepada desa, kepala desa tetap diminta untuk tidak melakukan pembayaran dan segera melaporkannya kepada Diskominfo Kaltim.
“Semua biaya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Jadi desa tidak perlu mengeluarkan anggaran apa pun,” katanya.
Saat ini, Diskominfo Kaltim juga tengah mempercepat proses pemasangan jaringan internet di 39 desa tambahan melalui mekanisme pengadaan elektronik atau e-katalog.
Pemerintah menargetkan seluruh proses dapat rampung pada Maret tahun ini.
“Sekarang sedang berproses melalui e-katalog. Insyaallah bulan Maret ini kita kejar agar 39 desa tambahan selesai, sehingga total 841 desa di Kalimantan Timur sudah terpasang internet desa,” jelas Faisal.
Program internet gratis desa sendiri menjadi salah satu upaya Pemprov Kaltim dalam memperkuat layanan digital di wilayah pedesaan, termasuk mendukung administrasi pemerintahan desa, pendidikan, serta akses informasi masyarakat.

