SAMARINDA: Polresta Samarinda bersama Dinas Perhubungan (Dishub) memfokuskan pengamanan lalu lintas di tiga titik utama selama pelaksanaan Operasi Ketupat menjelang dan saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Tiga lokasi yang menjadi perhatian utama yakni Simpang Muara, Jembatan Ahmad Amin atau Mahkota, serta kawasan Gunung Manggah Sungai Dama.
Ketiga titik tersebut dinilai rawan terjadi kepadatan kendaraan berdasarkan evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan pihaknya telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan tersebut serta menyiapkan patroli bersama Dishub untuk mengantisipasi kemacetan.
“Kita menempatkan personel di titik-titik rawan yang biasanya terjadi kemacetan. Kita juga bekerja sama dengan Dishub melaksanakan patroli. Kalau di tempat tertentu ada kemacetan, kita bisa langsung melakukan rekayasa lalu lintas,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia mengatakan secara umum kondisi lalu lintas di Samarinda saat periode Lebaran relatif terkendali dan belum pernah terjadi kemacetan besar.
Meski begitu, pihaknya tetap menyiagakan personel di sejumlah titik strategis.
“Kalau kita melihat pengalaman dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, untuk Samarinda belum ada kemacetan yang benar-benar besar,” ujarnya.
Selain potensi kemacetan, kepolisian juga mencatat beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat tahun lalu. Namun jumlahnya relatif kecil.
“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas tahun lalu sekitar lima sampai enam kejadian selama operasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pihaknya juga akan melakukan pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, termasuk kawasan pasar yang biasanya ramai menjelang Lebaran.
“Selain di Gunung Manggah dan Jembatan Ahmad Amin, kita juga fokus di titik-titik pasar seperti Pasar Segiri dan Pasar Pagi,” ujarnya.
Ia menambahkan di kawasan Pasar Pagi sebenarnya telah dipasang rambu larangan parkir.
Namun masih ada juru parkir yang memanfaatkan area tersebut sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga.
“Kalau masyarakat sudah melihat ada rambu larangan parkir, jangan parkir di situ. Ketertiban itu bukan hanya peran aparat, tapi juga peran masyarakat,” katanya.
Menurutnya, jika masyarakat disiplin mematuhi aturan lalu lintas, potensi kemacetan di sejumlah titik dapat diminimalkan selama periode Lebaran.

