SAMARINDA: Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda tahun 2026 resmi dimulai pada 4 April dan akan berlangsung hingga 21 April 2026 mendatang, dengan jumlah pendaftar mencapai 277 pelajar tingkat SMA dan sederajat.

Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Kota Samarinda sekaligus Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti menyebutkan bahwa pendaftaran telah dibuka secara daring sejak 25 Februari hingga 26 Maret 2026.
“Jumlah pendaftar sebanyak 277 pelajar dari SMA dan yang sederajat,” ujarnya usai pembukaan seleksi, Sabtu, 4 April 2026 di Halaman Parkir Balaikota Samarinda.
Neneng mrnyebutkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan, peserta yang hadir tercatat sebanyak 231 orang, terdiri dari 129 putra dan 92 putri.
Dari jumlah tersebut, nantinya akan diseleksi menjadi 42 peserta terbaik.
“Nanti akan disaring menjadi 42 orang. Tiga pasang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi, dan 36 lainnya bertugas di tingkat kota,” katanya.
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes intelijensi umum, hingga pemeriksaan kesehatan dan parade.
Selain itu, terdapat tahapan lanjutan seperti seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, serta seleksi kepribadian.
“Seleksi PBB ini merupakan salah satu syarat utama. Dan yang paling penting adalah seleksi kepribadian,” tegasnya.
Ia menambahkan, peserta diharapkan mempersiapkan diri secara maksimal, terutama dari sisi fisik dan kesehatan, agar dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik.
“Siapkan fisik dan jaga kesehatan supaya bisa lolos pada seleksi ini,” imbaunya.
Menurutnya, kegiatan seleksi Paskibraka tidak hanya bertujuan menjaring petugas upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda.
“Ini merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda yang berjiwa nasionalisme, disiplin, tangguh, dan berintegritas,” terangnya.
Dan untuk memperkuat nilai integritas, panitia diketahui akan memberikan pembekalan tambahan melalui tim Inspektorat di luar jadwal utama seleksi.
“Integritas ini sangat penting dan akan dibawa sampai mereka berkarya di mana pun,” katanya.
Neneng menegaskan bahwa seluruh proses seleksi akan dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kodim 0901, tim dokter dari Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
“Kami berkomitmen menjalankan seleksi secara objektif, transparan, dan akuntabel. Tunjukkan kemampuan maksimal kalian dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya.

