SAMARINDA: Pemerintah Kota Samarinda resmi memulai seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 pada Sabtu, 4 April 2026. Sebanyak 277 pelajar SMA/Sederajat bersaing untuk mengisi formasi di tingkat kota maupun provinsi.
Meski antusias tinggi, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tugas teknis mengibarkan bendera.
Melainkan simbol kedisiplinan, integritas, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Paskibraka adalah embrio anak-anak kita yang bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab secara kolektif. Kita siapkan kader-kader muda yang kelak menjadi calon pemimpin di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menekankan bahwa proses seleksi ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
Menurutnya, dari proses inilah lahir nilai tanggung jawab dan kerja sama tim (teamwork).
“Ini tim yang tidak mau menang sendiri, tapi bersama-sama menjadi orang-orang yang terbaik. Saya berpesan agar ikuti tahapan dengan sungguh-sungguh dan junjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Selain aspek mental, ia turut memberikan catatan khusus mengenai pentingnya etika selama masa pendidikan dan pelatihan.
Ia meminta para peserta untuk mengutamakan adab di atas kemampuan fisik.
“Anak-anak ini dididik untuk disiplin, integritas, dan adab sopan santun. Harapan kita mereka sukses melaksanakan tugas dan bisa memberikan manfaat bagi Samarinda yang lebih maju,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti telah melaporkan bahwa antusiasme pelajar tahun ini sangat tinggi dengan total 277 peserta yang terdaftar.
“Pesertanya level SMA kelas 2. Dari jumlah ini, nantinya akan dijaring untuk tingkat kota dan ada tiga pasang yang dipersiapkan untuk tingkat provinsi,” jelas Saefuddin.
Proses seleksi ini dijadwalkan berlangsung cukup intensif, dimulai sejak 4 April hingga 21 April 2026 mendatang.
Saefuddin pun mengingatkan para peserta agar siap menerima hasil seleksi dengan lapang dada.
“Kalian harus siap diterima atau tidak. Seandainya tidak diterima, pasti Tuhan memberikan jalan terbaik. Kedisiplinan yang didapat di sini akan menjadi bekal kebahagiaan untuk jenjang selanjutnya,” terangnya.
Selain itu, ia berharap proses seleksi berjalan transparan agar menghasilkan pasukan yang jujur dan berdedikasi.
“Semoga mereka menjadi anak yang bisa diandalkan oleh keluarga, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

