SAMARINDA: Kabar duka menyelimuti Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Meiliana binti Muhammad Adnan Sabirin berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 7 April 2026 pukul 18.00 Wita.
Almarhumah mengembuskan napas terakhir di rumah duka yang beralamat di Carpotek Blok GG.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta jajaran birokrasi di Kaltim.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” demikian pesan yang beredar di grup Whatsapp.
Wanita kelahiran Samarinda, 9 Mei 1959 yang akrab disapa Bunda Mei ini dikenal sebagai figur perempuan inspiratif yang menorehkan sejarah penting dalam birokrasi Kalimantan Timur.
Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi sejak berdirinya Kaltim.
Meiliana resmi dilantik sebagai Penjabat Sekprov Kaltim oleh Gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak, pada 8 Maret 2018 di Pendopo Lamin Etam.
Pelantikannya bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Internasional, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru dalam kepemimpinan birokrasi daerah.
Karier birokrasi almarhumah terbilang panjang dan penuh dedikasi. Ia memulai perjalanan dari bawah sebagai tenaga honorer di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim pada 1985.
Setahun kemudian, ia diangkat sebagai CPNS dan berlanjut menjadi PNS di instansi yang sama. Berkat kerja keras, disiplin, dan profesionalisme, kariernya terus menanjak.
Pada periode 1990-1994, ia dipercaya sebagai Pj Kasubag Tamu Pemprov Kaltim, kemudian menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol pada 1996.
Tiga tahun berselang, ia mengemban amanah sebagai Kabag Penerangan, Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas Pemprov Kaltim.
Pengabdiannya terus berlanjut hingga dipercaya menjadi Kepala Pusat Kajian, Pelatihan, dan Pendidikan Aparatur di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda pada 2005.
Memasuki tahun 2014, Meiliana menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekprov Kaltim.
Bahkan pada periode November 2015 hingga Februari 2016, ia dipercaya sebagai Penjabat Wali Kota Samarinda, menggantikan kepala daerah definitif yang mengikuti kontestasi Pilkada.
Setelah itu, ia kembali mengemban tugas sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebelum akhirnya mencapai puncak karier sebagai Penjabat Sekprov Kaltim.
Sepanjang lebih dari 32 tahun pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), almarhumah dikenal sebagai sosok pekerja keras, tegas, namun tetap bersahaja.
Ia resmi purnatugas sebagai ASN pada 31 Mei 2019, meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi kemajuan birokrasi di Kalimantan Timur.
Kepergian Meiliana tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga warisan keteladanan bagi generasi ASN, khususnya perempuan, untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pemerintahan.

