SAMARINDA: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda mulai memetakan potensi lonjakan mobilitas warga negara asing (WNA) seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang melibatkan tenaga kerja internasional.
Meski Samarinda tidak memiliki jalur perlintasan internasional langsung, arus kedatangan WNA diprediksi akan meningkat melalui kota-kota dengan akses bandara internasional seperti Jakarta dan Balikpapan, sebelum bergerak ke wilayah penyangga, termasuk Samarinda.
Kepala Kantor Imigrasi dan Pemasyarakatan Samarinda, Misnal Ariyanto, menyebut keberadaan IKN membawa dua sisi sekaligus, peluang ekonomi dan tantangan pengawasan.
“IKN melibatkan banyak pihak, tidak hanya lokal tapi juga orang asing. Mobilitas ini tentu membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Samarinda, namun pengawasan harus tetap menjadi kata kunci,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, pihak imigrasi menerapkan prinsip Selective Policy.
Kebijakan ini memastikan hanya WNA yang memberikan manfaat bagi negara yang dapat masuk dan tinggal di Indonesia.
“Sesuai arahan pusat, hanya orang asing yang bermanfaat bagi bangsa yang bisa tinggal. Jika pengawasan lemah, ini akan menjadi indikator buruk yang bisa mengganggu stabilitas wilayah,” tegas Misnal.
Misnal menegaskan pengawasan tidak bisa dilakukan secara mandiri.
Karena itu, peran Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) menjadi krusial dengan melibatkan unsur TNI, Polri, hingga pemerintah daerah.
Wilayah kerja Kantor Imigrasi Samarinda pun cukup luas, mencakup sejumlah daerah di Kalimantan Timur seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Hulu.
“Kami instansi vertikal tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan Kodim, Polres, hingga level kelurahan sangat penting. Semua instansi punya peran dalam mengawasi keberadaan orang asing,” jelasnya.
Melalui koordinasi yang lebih intensif, Imigrasi Samarinda menargetkan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian dapat dilakukan secara optimal, tanpa mengganggu iklim investasi yang tengah berkembang.
“Target kita adalah kontribusi besar bagi Samarinda. Bagaimana forum ini bisa maksimal mengawasi mulai dari tahap masuk, masa tinggal, hingga mereka kembali ke negaranya nanti,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan IKN, penguatan pengawasan WNA menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas wilayah di Kalimantan Timur.

