SAMARINDA: Olahraga Domino Indonesia (ORADO) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan taringnya sebagai cabang olahraga prestasi yang serius.
Melalui gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ke-2 yang dirangkai dengan open tournament, Persatuan ORADO Kaltim bertekad membawa olahraga ini ke level yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim, Muhammad Faisal mengapresiasi konsistensi ORADO dalam menyelenggarakan kompetisi yang kompetitif.
Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mengubah pandangan masyarakat terhadap domino.
“Besar harapan saya agar ORADO bisa ‘naik kelas’. Mari kita buang stigma negatif tentang domino. Ini akan menjadi sebuah permainan prestasi dengan pembinaan yang terukur, mulai dari jenjang junior hingga senior,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026 di GOR Segiri.
Lebih lanjut, Kadispora menargetkan ORADO mampu menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang guna membantu Kalimantan Timur menembus peringkat tiga besar nasional sesuai target gubernur.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Kejurprov ORADO, Djufri Genda menjelaskan bahwa kompetisi kali ini diikuti oleh enam Pengurus Cabang (Pengcab), yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Katanya, para juara dari ajang ini nantinya akan menjadi wakil resmi Kaltim dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bogor pada 24–26 April mendatang.
“Ini adalah pertama kalinya Kejurnas domino diadakan di Indonesia. Kami berharap doa restu dari seluruh warga Kaltim agar atlet kita bisa mencatat sejarah dan berjaya di Bogor,” ungkapnya.
Demi menjaga sportivitas dan profesionalisme, turnamen ini menerapkan aturan teknis yang ketat mengacu pada standar Pengurus Besar (PB) ORADO.
Pertandingan menggunakan sistem tiga set dengan penentuan kemenangan pada poin 101.
Selain itu, untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta, panitia menggunakan sistem kompetisi penuh.
“Mengingat jumlahnya hanya enam Pengcab, kami memakai sistem kompetisi penuh di mana semua tim akan saling bertemu. Tidak ada pembagian pool untuk menghindari kecurigaan antarpeserta. Semuanya transparan seperti peraturan liga,” pungkasnya.

