JAKARTA: Seiring rencana kebijakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk menarik kembali rekomendasi ekspor minyak mentah dan gas, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan langkah bisnisnya.
Perusahaan industri gas tersebut siap memenuhi kewajiban dengan mengurangi ekspor LNG, namun tetap menjaga komitmen kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara mitra.
“Perjanjian ekspor gas kami baru akan berakhir pada 2026 ini,” ujar Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, dalam bincang santai dan Halal Bihalal bersama wartawan, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri serta meningkatkan utilisasi kilang nasional.
Terkait kinerja produksi, Adhika menjelaskan bahwa DSLNG yang beroperasi di Luwuk menargetkan produksi tahunan stabil di kisaran 2,1 juta hingga 2,125 juta ton pada 2026.
“Manajemen berkomitmen menjaga reliabilitas operasional secara penuh, mengingat kilang LNG ini hanya bergantung pada satu jalur produksi (single train),” ujarnya.
Ia menegaskan, dengan hanya satu jalur produksi, perusahaan harus bekerja secara efisien dan andal untuk menghindari gangguan operasional.
“Target produksi perusahaan tetap satu tahun yaitu 2,1 juta ton maksimal 2,125 juta ton. Ini jadi komitmen untuk dijaga, karena hanya ada satu proses produksi. Artinya kami harus bekerja efisien, reliable, dan tidak boleh ada sedikitpun kesalahan. Karena satu miss, kita setop, produksi terhenti,” jelasnya.
Hingga kuartal I 2026, realisasi pengiriman LNG DSLNG masih sesuai rencana, dengan capaian sekitar 8 hingga 12 kargo untuk pasar ekspor.
Raih PROPER Hijau 2026
Dalam kesempatan yang sama, Adhika juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami tetap mempertahankan lingkungan produk, untuk selalu mematuhi aturan lingkungan hijau,” katanya.
Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan PROPER Hijau dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2026 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Penghargaan diserahkan pada Selasa, 7 April 2026 di Sasono Langen Budoyo dan diterima oleh Direktur Operasional DSLNG, Adi Kustanto, didampingi QHSE Senior Manager DSLNG, Muhammad Haerul.
Adhika menyebut capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan, mulai dari efisiensi energi, pengendalian emisi, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Menurutnya, kinerja lingkungan tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan energi berkelanjutan.
Sebagai informasi, Program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) merupakan inisiatif pemerintah yang telah berjalan sejak 1995 untuk mendorong perusahaan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga melampaui standar melalui inovasi dan praktik berkelanjutan.

