SAMARINDA: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda berencana memperluas titik kawasan bebas kendaraan (Car Free Day/CFD) setelah mengevaluasi peluncuran perdana Car Free Night (CFN) di Jalan Kesuma Bangsa.
Keberhasilan pelaksanaan tersebut mendorong penerapan di dua lokasi strategis lain mulai pekan depan.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan konsep kawasan bebas kendaraan mendapat respons positif dari masyarakat, sehingga layak dikembangkan ke ruas jalan lain sebagai ruang publik.
“Insyaallah minggu depan kita akan melaksanakan Car Free Day di dua titik baru. Pertama di Jalan Anggi atau Jalan Fahrudin, itu akan kita laksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu pukul 06.00 sampai 10.00 WITA,” jelas Manalu, Sabtu, 18 April 2026.
Selain Jalan Anggi, kawasan Citra Niaga juga akan menjadi lokasi perluasan.
Untuk tahap awal, CFD di Jalan Niaga Utara hanya diberlakukan pada Minggu pagi dengan durasi yang sama.
Manalu menyebut, jika pelaksanaan CFD di Citra Niaga menunjukkan hasil positif, statusnya berpotensi ditingkatkan menjadi Car Free Night seperti di Jalan Kesuma Bangsa.
“Kalau misalnya CFD di Citra Niaga sukses, mungkin kita bisa akan memperluas ke Car Free Night di ruas-ruas jalan tersebut, baik di Jalan Anggi maupun Niaga Utara,” tambahnya.
Dari sisi manajemen lalu lintas, Dishub telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Samarinda.
Penutupan jalan akan mengacu pada prosedur yang sudah diterapkan, terutama di titik krusial seperti Simpang Agus Salim dan Simpang Tiga Hotel Mesra.
Selain itu, aspek ekonomi kreatif juga menjadi perhatian.
Dishub mendorong variasi produk UMKM agar pengunjung tidak jenuh, termasuk melalui rotasi pelaku usaha yang mengisi tenan.
“Tiap minggu kami minta pengelola UMKM untuk bervariatif. Kami serahkan kepada pengelola untuk mengatur teknisnya, namun kami sampaikan agar dibuat berbeda-beda setiap pekannya. Mungkin bisa ditambahkan lebih banyak konsep kafe, seperti di Jogja untuk mengakomodasi anak-anak muda,” pungkasnya.
Perluasan ini diharapkan dapat memeratakan titik keramaian di Samarinda, sekaligus menyediakan ruang publik yang mendorong gaya hidup sehat dan interaksi sosial, serta memperluas peluang bagi pelaku UMKM.

