SAMARINDA: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan pentingnya penguatan literasi dan pembentukan karakter bagi siswa sekolah dasar sebagai fondasi utama menuju masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peringatan ulang tahun ke-10 SD Negeri 007 Samarinda, Kamis, 23 April 2026.
Ia mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah dan komite yang dinilai memiliki visi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
“SD adalah fase ilmu dasar yang harus dimiliki anak-anak kita. Jika fondasi dasarnya bagus, insyaallah ke depannya mereka menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkarya, dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membentuk generasi unggul.
Ia menyoroti pentingnya literasi sebagai kunci dalam membangun kemampuan berpikir kritis, karakter sosial-emosional, serta pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin juga mengutip pesan dari Pramoedya Ananta Toer untuk memotivasi para siswa agar gemar membaca dan menulis.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak membaca dan menulis, ia akan hilang dari sejarah. Di era digital ini, anak SD harus membuka cakrawala lewat buku. Tanpa literasi, prestasi yang dimiliki tidak akan abadi,” tegasnya.
Selain aspek kognitif, ia juga menekankan pentingnya pendidikan etika dan akhlak sejak dini.
Ia mengingatkan peran orang tua dalam membimbing anak-anak, terutama di luar lingkungan sekolah.
Saefuddin menambahkan bahwa siswa harus menjaga sopan santun serta nama baik sekolah di mana pun berada.
Menurutnya, nilai adab harus menjadi identitas yang melekat hingga dewasa.
“Tanamkan selalu rasa hormat kepada guru dan orang tua, karena ridho Allah adalah ridho orang tua. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak mulia,” tambahnya.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, hingga pemerintah, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.
“Masa depan Samarinda ada di tangan anak-anak kita. Mari satukan langkah untuk membangun karakter bangsa yang unggul, inovatif, dan berempati,” pungkasnya.

