SAMARINDA: Kawat berduri yang dipasang di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang aksi demonstrasi pada Senin, 21 April 2026, hingga kini masih terpasang meski sebagian kondisinya telah rusak.
Pemasangan pagar besi tambahan dan kawat berduri sebelumnya dilakukan sebagai langkah pengamanan di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk mengantisipasi potensi gangguan saat aksi berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menyebut pihaknya masih menelusuri lebih lanjut terkait pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan fasilitas pengamanan tersebut.
“Itu mungkin yang memasang bukan dari kami. Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian. Nanti akan kami tanyakan lebih lanjut bagaimana kelanjutan dari pagar berduri ini,” ujarnya kepada media, Senin, 27 April 2026.
Astri menjelaskan, Pemprov Kaltim saat ini juga tengah mengecek standar operasional prosedur (SOP), spesifikasi teknis, serta sumber pengadaan kawat berduri tersebut.
“Kami juga akan menanyakan SOP-nya bagaimana, termasuk spesifikasi kawat berduri, karena kami mendapat arahan dari Kapolresta terkait itu,” katanya.
Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan apakah pengadaan kawat berduri berasal dari anggaran pemerintah provinsi atau merupakan bagian dari fasilitas pengamanan milik kepolisian.
“Untuk pengadaannya, kami masih menunggu surat. Apakah itu dari kami atau dari pihak kepolisian sendiri,” jelasnya.
Astri menambahkan, rencana pemasangan kawat berduri memang sempat dibahas dalam rapat koordinasi pengamanan menjelang aksi demonstrasi sebagai bentuk antisipasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat perimeter keamanan di kawasan kantor gubernur yang menjadi salah satu titik konsentrasi massa aksi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian kawat berduri terlihat mengalami kerusakan yang diduga akibat benturan saat aksi demonstrasi berlangsung.
Meski demikian, sebagian besar kawat berduri masih tetap terpasang di sekeliling kawasan Kantor Gubernur Kaltim.

