SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat penurunan angka stunting pada 2025 berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM).
Capaian tersebut bahkan melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menyebut angka stunting berdasarkan data EPPGM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) turun menjadi 17,13 persen.
“Alhamdulillah, data EPPGM menunjukkan kita turun menjadi 17,13 persen. Ini sudah di bawah target pusat yang sebelumnya 18 persen,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, terdapat dua sumber data yang digunakan dalam pengukuran stunting, yakni data EPPGM dari kementerian dan data survei nasional.
Namun, untuk tahun ini, pemerintah pusat tidak melakukan survei karena keterbatasan anggaran, sehingga daerah menggunakan data EPPGM sebagai acuan.
Sementara itu, berdasarkan data sebelumnya, angka stunting di Samarinda berada di kisaran 20,4 persen pada 2024 dan turun menjadi sekitar 20,3 persen pada 2025.
Meski mengalami penurunan signifikan, Deasy menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama untuk mencapai target jangka panjang.
“Target berikutnya pada 2029 adalah 14,14 persen dan pada 2045 harus mencapai 5 persen,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, target yang ditetapkan berada di angka 20 persen dan telah berhasil dicapai bahkan dilampaui.
Selain intervensi gizi, DPPKB juga terus mendorong program keluarga berencana sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas keluarga.
“Bukan hanya keluarga berencana, tapi keluarga berkualitas. Dua anak lebih baik, lebih sehat dan berkualitas. Tapi berapapun anaknya, yang penting berkualitas,” katanya.
DPPKB Samarinda juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga serta pemanfaatan layanan KB.
Masyarakat dapat mengakses layanan konsultasi gratis melalui program Sapa KB dengan menghubungi nomor 0822-5155-5155 pada pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, atau melalui call center 122 yang telah terintegrasi.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat intervensi pencegahan stunting secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda.

