
BONTANG: Antrean kendaraan pengangkut solar subsidi masih menjadi pemandangan yang mudah ditemui di sejumlah SPBU Kota Bontang. Meski sistem antrean berbasis online mulai diterapkan, kepadatan kendaraan belum sepenuhnya terurai.
Kondisi itu terlihat di SPBU Akawi Jalan MT Haryono, tempat truk-truk pengangkut logistik masih harus menunggu giliran pengisian dalam waktu cukup lama.
Penerapan sistem digital sebelumnya diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di area SPBU. Para sopir diwajibkan mendaftar lebih dulu melalui sistem antrean sebelum dipanggil saat jadwal pengisian tiba.
Namun di lapangan, antrean tetap terjadi. Sejumlah sopir mengaku masih harus menunggu berjam-jam meski telah mengikuti mekanisme yang berlaku.
Anggota Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mengatakan, penerapan sistem online memang membantu pengaturan antrean, tetapi pelaksanaannya masih memerlukan evaluasi agar berjalan lebih efektif.
Menurutnya, kendala di lapangan tidak hanya berkaitan dengan sistem teknis, tetapi juga tingginya jumlah kendaraan yang mengakses solar subsidi setiap hari.
“Memang masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan agar efektivitasnya dapat lebih optimal ke depannya,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menilai pemahaman pengguna terhadap mekanisme antrean digital juga belum merata. Karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar sistem yang diterapkan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Selain itu, pengawasan dari pihak pengelola SPBU dinilai perlu diperkuat untuk memastikan antrean berjalan tertib dan sesuai aturan.
Di tengah kondisi tersebut, para sopir mengaku antrean panjang berdampak terhadap aktivitas distribusi barang yang mereka jalankan.
Salah seorang sopir truk, Rahmat (43), mengatakan dirinya harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan solar, padahal muatan yang dibawa harus segera dikirim ke luar kota.
“Kalau sudah antre panjang begini, jadwal pengiriman pasti ikut mundur. Kadang kami bisa seharian habis di SPBU,” katanya.
Ia juga menilai sistem online belum sepenuhnya memberikan solusi karena jumlah antrean tetap tinggi setiap harinya.
“Sudah daftar online, tapi tetap lama menunggunya. Harapan kami ada solusi supaya antrean tidak seperti sekarang terus,” harapnya.

