Hari Raya Iduladha atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban tinggal menghitung hari.
Tahun ini, umat Muslim di Indonesia akan merayakan Iduladha 1446 Hijriah pada 27 Mei 2026.
Momen Iduladha, identik dengan penyembelihan hewan kurban, pembagian daging, hingga tradisi memasak bersama keluarga.
Banyak rumah tangga, khusus umat Islam mendadak memiliki stok daging sapi atau kambing dalam jumlah banyak.
Namun, di balik melimpahnya daging kurban, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara menyimpan dan mengolah daging dengan benar.
Padahal, penanganan yang kurang tepat bisa membuat kualitas daging menurun, cepat rusak, bahkan berisiko bagi kesehatan.
Dokter Ahli Gizi, Tan Shot Yen, membagikan sejumlah tips sehat dalam menyimpan dan mengolah daging kurban, melalui akun TikTok Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah memasak seluruh daging sekaligus dalam waktu bersamaan.
“Biasakan untuk tidak masak sekaligus. Bagi dalam beberapa kantong, simpan dan bekukan mentah. Daging beku itu bisa bertahan bahkan sampai tiga bulan,” ujarnya.
Menyimpan daging, dalam beberapa porsi kecil dinilai lebih praktis. Karena memudahkan proses pengolahan, sesuai kebutuhan. Selain itu, kualitas daging juga lebih terjaga, dibandingkan sering keluar-masuk freezer.
Dengan cara tersebut, daging kurban bisa diolah secara bertahap menjadi berbagai menu berbeda, mulai dari tongseng, sup, hingga gulai tanpa harus khawatir cepat basi.
Hindari Membakar Daging Langsung
Selain penyimpanan, metode memasak juga penting diperhatikan. dr. Tan Shot Yen menyarankan masyarakat. Lebih banyak mengolah daging, menggunakan bumbu kaya rempah dibanding membakar langsung di atas api.
“Biasakan masak daging dengan bumbu berempah, mau dibikin tongseng atau gulai. Itu lebih baik ketimbang dibakar langsung di atas api,” katanya.
Masakan berbumbu rempah dinilai lebih baik untuk kesehatan sekaligus membantu memperkaya cita rasa daging kurban.
Jika memasak menggunakan santan, masyarakat juga diminta tidak terlalu sering menghangatkan ulang masakan.
Sebab, santan yang dipanaskan berkali-kali berpotensi menghasilkan zat yang kurang baik bagi tubuh.
Tak kalah penting, konsumsi daging juga harus tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.
“Jangan lupa selalu penuhi Isi Piringku. Makanlah daging kurban dengan makanan pokok, sayur, dan buah,” tambahnya.
Tips Mengolah Daging agar Empuk dan Tidak Alot
Selain soal kesehatan, tekstur daging kurban juga sering menjadi tantangan tersendiri saat dimasak. Daging sapi maupun kambing bisa terasa keras jika tidak diolah dengan tepat.
Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar daging lebih empuk dan lezat saat disantap.
Pertama, pilih bagian daging yang sesuai dengan jenis masakan. Untuk sup atau semur, bagian berurat cocok dimasak lama agar teksturnya lembut. Sementara bagian has dalam lebih cocok untuk olahan cepat.
Sebelum dimasak, potong bagian lemak atau tendon yang terlalu keras agar serat daging lebih mudah lunak saat dimasak.
Marinasi juga menjadi salah satu trik yang cukup efektif. Merendam daging menggunakan campuran bawang putih, kecap, atau rempah-rempah selama beberapa jam dapat membantu melembutkan tekstur daging.
Selain itu, metode memasak perlahan seperti merebus dengan api kecil atau menggunakan panci presto juga dapat membantu memecah serat otot sehingga daging menjadi lebih empuk.
Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan terlalu lama membiarkan daging berada di suhu ruang sebelum dimasak atau disimpan. Semakin lama daging terpapar suhu ruang, semakin besar risiko bakteri berkembang.
Dengan penyimpanan dan pengolahan yang tepat, daging kurban tidak hanya tahan lebih lama, tetapi juga tetap aman, sehat, dan nikmat disantap bersama keluarga.

