

SAMARINDA: Hingga semester pertama 2026 serapan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda baru mencapai sekitar 21 persen. Temuan tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi Komisi IV DPRD Samarinda progres kinerja semester I bersama Disdikbud.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie mengatakan, meski serapan anggaran rendah, namun secara umum, pelaksanaan program pada semester pertama masih berjalan sesuai tahapan.
Meski begitu, pihaknya memberi perhatian khusus. Terhadap sejumlah bidang di Disdikbud yang hingga pertengahan tahun belum merealisasikan anggaran sama sekali.
“Tetapi ada beberapa bidang baik di sektor pendidikan maupun kebudayaan yang serapan anggarannya bahkan masih nol persen. Ini menjadi sorotan kami,” ujar Novan usai pertemuan di DPRD Samarinda, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena setiap bidang seharusnya memiliki kegiatan yang didukung anggaran meskipun nilainya tidak besar.
“Kalau bicara efisiensi, minimal setiap bidang harus memiliki kegiatan. Jangan sampai kita membayar gaji pegawai, tetapi tidak ada aktivitas atau program yang dijalankan. Itu justru bisa menimbulkan pemborosan,” tegasnya.
Selain mengevaluasi realisasi anggaran tahun berjalan, Komisi IV juga membahas Rencana Kerja (Renja) Disdikbud Tahun 2027.
DPRD meminta, agar penyusunan program dilakukan lebih selektif. Dengan memprioritaskan kegiatan yang berdampak langsung, terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelestarian kebudayaan.
Novan menegaskan, pihaknya akan mengawal usulan program tersebut saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Kami akan memilah mana program yang benar-benar prioritas dan mana yang tidak,” pungkasnya.

