

SAMARINDA: Komisi I DPRD Samarinda menyoroti realisasi serapan anggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang baru mencapai sekitar 33 persen.
“Serapan anggarannya baru sekitar 33 persen. Menurut kami masih normal karena sekarang baru memasuki semester kedua. Masih ada waktu sampai akhir tahun untuk memaksimalkan realisasi anggaran,” ujar Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra usai hearing bersama OPD mitra kerja Diskominfo Samarinda, Senin, 6 Juli 2026.
Samri menjelaskan, hasil evaluasi penyerapan anggaran akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan APBD 2027. DPRD ingin memastikan anggaran daerah dialokasikan kepada program-program yang benar-benar efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Nanti kita lihat program mana yang efektif dan mana yang tidak efektif. Mana yang serapan anggarannya bagus dan mana yang perlu dievaluasi untuk penganggaran tahun berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi tersebut menjadi penting mengingat kondisi fiskal daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan. Karena itu, setiap OPD diminta memaksimalkan penggunaan anggaran yang tersedia dengan menghadirkan program yang tepat sasaran.
“Sehingga kita meminta semua OPD bisa memaksimalkan penggunaan anggaran dan membuat program-program yang efektif sehingga dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, legislator PKS ini menilai capaian tersebut masih berada dalam kondisi yang wajar karena pelaksanaan anggaran masih memasuki awal semester kedua.
Komisi I DPRD Samarinda memastikan akan terus memantau perkembangan penyerapan anggaran seluruh OPD mitra kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas belanja daerah sekaligus menyusun kebijakan anggaran yang lebih tepat sasaran pada 2027.

