SAMARINDA: Sebanyak 114 mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) dinyatakan menyelesaikan studi dalam yudisium tahap kedua Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2025/2026, Kamis, 13 Agustus 2026. Lulusan dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga menjadi kelompok yang paling dominan dalam yudisium tersebut.
Ketua Panitia Yudisium sekaligus Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kaltim Muammar mengatakan, yudisium pada 2026 digelar dalam dua gelombang. Tahap pertama diikuti 73 mahasiswa, sementara tahap kedua sebanyak 114 mahasiswa.
“Dalam tahun 2026 ini IKIP PGRI menyelenggarakan yudisium sebanyak dua kali. Gelombang pertama kemarin sekitar 73 dan gelombang kedua 114, sehingga yang diwisuda ada 187,” ujarnya usai kegiatan yudisium di IKIP PGRI Kaltim, Jalan Suwandi Samarinda.
Ia menyebut, dominasi lulusan dari prodi olahraga tidak terlepas dari identitas IKIP PGRI Kaltim yang sejak lama memiliki branding kuat di bidang olahraga.
“Yang mendominasi prodi olahraga karena IKIP PGRI memang dari zaman dulu kita punya branding di olahraga. Lebih separuh dari tiga prodi itu didominasi oleh prodi olahraga,” tuturnya.
Menurut Muammar, keberadaan fasilitas seperti laboratorium olahraga menjadi salah satu pendukung kekuatan program studi tersebut. Fasilitas yang dimiliki dinilai mampu menunjang proses pembelajaran sekaligus menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa.
Rektor IKIP PGRI Kaltim, Suriansyah menyampaikan mahasiswa yang lulus dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang olahraga.
Ia mengungkapkan sebagian mahasiswa IKIP PGRI Kaltim merupakan atlet yang pernah mewakili Kaltim di berbagai cabang olahraga. Kompetensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
“Mahasiswa ini bukan hanya memegang sertifikat ijazah. Mereka juga punya kompetensi-kompetensi lain. Mereka ini kan banyak atlet-atlet yang mewakili Kaltim,” bangganya.
Ia meyakini, lulusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga daerah, baik sebagai guru maupun pelatih.
“Bagi kami, bukan hanya sekadar mengajar, tapi mencoba mencari bibit-bibit yang memiliki potensi untuk atlet-atlet Kaltim,” tegasnya.
Suriansyah menambahkan, sejumlah mahasiswa bahkan telah diminta mengajar atau membina kegiatan olahraga sebelum menyelesaikan studi. Kondisi itu menunjukkan kebutuhan terhadap tenaga pendidik dan pembina olahraga masih cukup besar.
Selain Pendidikan Kepelatihan Olahraga sebanyak 69 mahasiswa, yudisium tahap kedua juga diikuti mahasiswa Pendidikan Ekonomi sebanyak 28 mahasiswa dan Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif sebanyak 17 mahasiswa sehingga total keseluruhan menjadi 114 mahasiswa.
Para lulusan yang telah melaksanakan yudisium baik gelombang pertama maupun kedua dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada 14 Oktober 2026 di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. IKIP PGRI Kaltim juga menyiapkan orasi ilmiah sebagai bagian dari rangkaian wisuda.

