SAMARINDA: Kebakaran lahan yang terjadi di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda dalam sepekan terakhir sempat memengaruhi jarak pandang, terutama pada pagi hari. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu operasional penerbangan secara signifikan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor mengatakan, kebakaran terjadi di sisi barat runway dalam beberapa hari terakhir.
“Memang hampir tiga sampai empat hari ini terjadi kebakaran di sisi runway sebelah barat. Artinya, kebakaran ini walaupun anginnya tidak langsung mengarah ke runway, karena visibilitas masih cukup bagus sehingga operasi penerbangan secara umum tidak banyak terganggu,” ujar Riza di Samarinda, Selasa, 15 September 2026.
Menurutnya, kondisi terburuk terjadi pada pagi hari ketika jarak pandang sempat turun hingga sekitar 50 meter. Namun, berangsur membaik sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WITA.
Riza menjelaskan, rendahnya visibilitas pada pagi hari merupakan kombinasi antara kabut dan asap kebakaran. Kawasan APT Pranoto sendiri memang memiliki karakteristik sering berkabut pada pagi hari.
“Ditambah adanya pembakaran di sekitar bandara, sehingga kabut tercampur dengan asap dan mengurangi jarak pandang,” jelasnya.
Meski sempat terjadi penurunan visibilitas, Riza memastikan tidak ada gangguan berarti terhadap penerbangan selama sepekan terakhir. Setelah pagi hari, jarak pandang kembali meningkat hingga lebih dari 5 kilometer.
“Selama seminggu ini tidak ada permasalahan, karena jam 8 sampai jam 9 visibility sudah di atas 5 kilometer. Artinya secara operasional tidak mengganggu,” pungkasnya.

