SAMARINDA: Di tengah rutinitas yang semakin padat, meluangkan waktu untuk diri sendiri sering kali menjadi hal yang terlupakan. Pekerjaan, keluarga, pertemanan, hingga aktivitas di media sosial membuat seseorang terus bergerak tanpa memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.
Padahal, memiliki waktu untuk diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah me time bukanlah bentuk keegoisan. Justru, memberikan jeda dari berbagai kesibukan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan hidup dan membantu seseorang kembali mengisi energi yang terkuras.
Me time tidak harus dilakukan dengan pergi berlibur atau mengeluarkan banyak uang. Membaca buku, mendengarkan musik, berjalan santai, menikmati kopi, melakukan hobi, menonton film, hingga sekadar duduk tenang tanpa gangguan juga dapat menjadi bentuk waktu berkualitas bersama diri sendiri.
Kebutuhan untuk beristirahat menjadi semakin penting ketika seseorang menghadapi tekanan secara terus-menerus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut stres yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental, termasuk menyebabkan sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, sakit kepala, hingga perubahan suasana hati.
Karena itu, memberikan waktu untuk berhenti sejenak dapat membantu seseorang mengenali kondisi dirinya. Saat kesibukan mulai membuat pikiran terasa penuh, me time bisa menjadi kesempatan untuk menarik napas, menenangkan diri, sekaligus memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
American Psychological Association (APA) juga menyarankan berbagai aktivitas sederhana untuk membantu mengelola stres, termasuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, menikmati waktu di alam, dan menjaga hubungan dengan orang-orang yang memberikan dukungan positif.
Menariknya, me time tidak selalu berarti harus sendirian. Bagi sebagian orang, menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat justru dapat memberikan energi positif. Yang terpenting adalah aktivitas tersebut membuat seseorang merasa nyaman dan mampu melepaskan diri sejenak dari tekanan rutinitas.
Namun, jangan menunggu sampai tubuh dan pikiran benar-benar kelelahan untuk mulai memberikan waktu kepada diri sendiri. Menjadwalkan waktu istirahat secara rutin, meski hanya beberapa menit setiap hari, dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Jika dilakukan secara konsisten, me time dapat membantu seseorang menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih segar dan pikiran yang lebih tenang. Sebab, beristirahat bukan berarti berhenti berusaha, melainkan memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk kembali siap menghadapi berbagai aktivitas.
Merawat diri bukan berarti mengabaikan orang lain. Justru dengan kondisi fisik dan mental yang lebih terjaga, seseorang dapat menjalankan tanggung jawab serta memberikan perhatian kepada orang-orang di sekitarnya dengan lebih baik. Jadi, jangan merasa bersalah untuk sesekali berkata, “Saya butuh waktu untuk diri sendiri”.

