Samarinda – Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah tersambung pada Sabtu 31 Oktober 2020 lalu. Sukses ini sekaligus menandai era baru kemajuan infrastruktur konektivitas di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan tersambungnya jembatan tersebut, diharapkan konektivitas serta mobilitas koridor Trans Kalimantan akan semakin lancar dengan jarak tempuh sebelumnya mencapai 5 jam melalui jalur laut, sekarang hanya 1 jam melalui jembatan ini.
Untuk lebih menunjang akses menuju jembatan, dibangun jalan sepanjang 1.969 meter. Namun, jalan dari arah Balikpapan yang menggunakan dana APBD belum juga selesai dibangun.
“Ya kita sedang membereskan jalan pendekat Jembatan Pulau Balang yang arah utara, arah Balikpapan,” ujar Gubernur Kaltim H Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim belum lama ini.
Isran menjelaskan bahwa pembangunan sedang dalam proses penyiapan dan pembebasan lahan. Ia juga menegaskan, pembangunan siap dilanjutkan oleh APBN alias dana dari pemerintah pusat.
“Tidak apa-apa kita kan membangun, lama-lama itu lebih bagus dan cepat selesai,” canda Isran kepada awak media.
Sementara itu, saat disinggung mengenai pemindahan ibu kota provinsi dari Samarinda ke Balikpapan, Isran seperti tak acuh menanggapi usulan tersebut.
“Ada urusan apa pindah ke sana, tidak usah,” tegas Isran.
Isran menyebut usulan Anggota Komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur tersebut memiliki maksud dan tujuan terselubung.
“Kalau terlalu dekat kan itu ongkosnya murah, kalau dia jauh kan ongkosnya lumayan,” tebak Isran setengah bercanda.

