Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa mengungkapkan persentase penurunan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim dari bulan Juni-September mencapai lebih 80%.
Padilah menyebut faktor yang menyebabkan drastisnya penurunan tersebut tak lain adalah karena protokol kesehatan (prokes) yang taat diterapkan masyarakat Kaltim.
Namun, yang menjadi kekhawatiran Padilah ialah kegembiraan masyarakat yang tinggi setelah mendengar kabar baik tersebut akan menyebabkan euforia berlebihan.
“Kayak istilahnya habis dikurung langsung dilepas,” tutur Padilah di Kantor Gubernur Kaltim belum lama ini.
Padilah menegaskan, hal-hal seperti bepergian sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan, namun dengan tetap menerapkan prokes.
Sementara itu, Padilah menyebut orang-orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 dan sembuh bisa membentuk herd immunity dan mempercepat tercapainya herd immunity yang menjadi program pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19.
“Apalagi dengan vaksinasi, istilahnya dari sudah punya antibodi, divaksin lagi nah booster sudah. Lebih tinggi lagi kekebalannya,” beber Padilah.
Padilah berharap November nanti, Kaltim sudah bisa mencapai target herd immunity.
“Tapi ya harus menunggu vaksin kan,” kata Padilah.
Selain itu, menanggapi kabar pungutan biaya vaksin, Padilah mengimbau masyarakat yang dikenai biaya vaksin untuk segera melapor ke Polda dengan menyertakan kwitansi.
“Langsung lapor ke Polda biar diproses. Saya enggak kasih ampun,” ucapnya
Intinya, tegas Padilah, vaksin disiapkan negara secara gratis dan masyarakat tak perlu membayar.

