Papua – Sejumlah cabang olahraga PON XX Papua sudah mengakhiri pertandingan. Tak sedikit atlet harus pulang dengan kepala tertunduk karena gagal membawa pulang medali.
Perolehan medali Kaltim juga berjalan lamban, ibarat mobil masih gigi satu.
Hingga Minggu (3/10/2021), Kaltim masih tertahan di posisi 10 besar dengan 1 emas, 3 perak dan 4 perunggu.
“Kita masih punya peluang besar. Ada sembilan cabor yang akan dipertandingkan di Merauke dan Mimika,” kata Wakil Ketua Kontingen IIII Kaltim Rusdiansyah Aras saat menggelar konferensi pers, Minggu (3/10/2021).
Wartawan senior di Kaltim itu berkeyakinan, kontingen Kaltim akan segera mengumpulkan pundi-pundi medalinya beberapa hari ke depan.
Ia pun membuka kembali catatan PON lima tahun lalu di Jawa Barat. Menurutnya, Kaltim terlihat lamban di awal, namun di dua hari terakhir sukses menyodok ke urutan lima dan mengunci posisi terbaik di luar pulau Jawa.
“Peluang kita masih besar. Ada cabor-cabor andalan kita yang belum dipertandingkan di Merauke dan Mimika. Kekuatan kita ada 9 cabor andalan, di antaranya gulat dan layar,” kata Rusdiansyah Aras.
“Di Jawa Barat, awal kita masih paceklik emas. Tapi dua hari terakhir Kaltim bisa menyodok hingga 5 besar,” kata Rusdi Aras, sapaan akrabnya.
Potensi Kaltim salah satunya berasal dari layar. Target 3 medali emas, meski bukan tidak mungkin Kaltim bisa meraih 5 emas. Balap motor juga menargetkan 4 medali emas.
“Yang lain kita optimis lah. Seiring dengan waktu target 5 besar bisa kita raih. Syukur kalau bisa peringkat 4,” kata Rusdiansyah Aras.
Sebelumnya pada Pra PON, Kaltim sukses meraih 47 medali emas. Hasil ini sudah cukup bagi Kaltim untuk membuat target 5 besar.
Namun di awal-awal PON, dua daerah memberi kejutan. Bali dan Riau.
“Mereka sukses menyodok di posisi 4 dan 5,” kata Rusdi Aras.
Kejutan diperlihatkan Bali setelah sukses menyabet 6 medali emas dari cabor judo. Sedangkan Riau membungkus 4 medali emas juga dari cabor judo.
“Ini termasuk di luar dugaan kita,” ucapnya.

