
Bontang – Tidak sedikit warga keluhkan polisi tidur yang ada di lorong-lorong. Baik itu karena jumlahnya yang banyak atau pun tinggi polisi tidur. Mereka mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan.
“Sekarang di lorong-lorong banyak polisi tidur, apalagi tingginya. Jika ada orang hamil langsung melahirkan di jalan karena jedukannya,” ujar seorang ibu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris meminta Pemerintah Kota Bontang untuk memperhatikan kembali terkait penetapan jarak dan tinggi polisi tidur.
“Saya harap pemerintah melalui dinas terkait (Dishub), perhatikan kembali jarak antarpolisi tidur dan tinggi polisi tidur,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (6/11/2021).
Tidak dipungkiri, dengan adanya polisi tidur mampu mengurangi laju kendaraan baik mobil maupun motor, namun pembuatan tidak dilakukan sembarang.
“Semua kan ada aturannya, tidak sembarang dibuat. Tapi jika sudah dikeluhkan warga kami minta untuk ditinjau kembali,” ujarnya.
Ia pun meminta pengguna jalan terutama ibu hamil untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalan dengan polisi tidur banyak.
“Ibu hamil harus tetap hati-hati, jika tidak cari jalan alternatif lain,” sarannya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat jika ingin membuat polisi tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Memang ada masyarakat yang inisiatif untuk buat polisi tidur sendiri, tapi kita minta untuk dikonsultasi dulu, karena jangan sampai niat kita baik tapi malah menimbulkan kecelakaan,” tutupnya.

