
Bontang – Komisi I DPRD Kota Bontang meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMPN 3 Bontang, Selasa (16/11/2021).
“Kegiatan hari ini untuk memastikan apakah pelaksanaan PTM berjalan lancar serta taat protokol kesehatan atau tidak,” ujar Maming Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang kepada awak media.

Dari tinjauan lapangan, ia menerangkan proses pembelajaran serta aturan-aturan terkait Prokes seperti jaga jarak serta kapasitas ruang kelas 50 persen sudah dilaksanakan sekolah tersebut.
“Semua sudah berjalan sesuai ketentuan Prokes. Dan kantin sekolah juga tidak dibuka sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.
Diri berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga pembelajaran tatap muka lengkap seperti biasanya kembali normal.
“Untuk PTM saat ini dalam sepekan hanya 3 hari, kita berharap pandemi segera berakhir dan sekolah kembali normal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Bontang Bambang Suratno mengatakan penambahan hari dan jam belajar mengajar ditentukan dari hasil evaluasi dan kebijakan Disdikbud Kota Bontang.
“Sebelumnya perhari dua jam pelajaran, sekarang sudah tiga dan jamnya ditambah menjadi tiga jam,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan PTM terbatas dengan kapasitas kelas 50 persen, SMPN 3 Bontang menerapkan metode Flipped Clasroom agar siswa yang tidak mengikuti PTM tetap mengikuti pembelajaran baik melalui video atau
belajar dalam jaringan (Daring).
Meski demikian, pihaknya juga kerap mengalami kendala akibat jaringan internet eror lantaran pihak sekolah hanya menggunakan Wi-fi dengan kekuatan 60mbps
“Sering eror karena penggunaan Wi-fi kita banyak, jadi diharapkan program Wi-fi gratis SMPN 3 Bontang ini didapatkan,” tutupnya.

