TANGERANG: Dalam upaya menjaga kelancaran dan keamanan layanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak banjir di Sumatra dan Aceh, AirNav Indonesia mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Seluruh upaya ini menjadi bagian dari dukungan penuh AirNav terhadap operasi kemanusiaan yang saat ini berlangsung di berbagai daerah.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan layanan navigasi penerbangan tetap berjalan optimal, meskipun sejumlah unit layanan menghadapi dampak langsung dari bencana.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, prioritas kami adalah menjaga keberlangsungan layanan navigasi penerbangan, sekaligus memastikan operasional misi kemanusiaan dapat berlangsung tanpa hambatan,” jelas Capt. Avirianto dalam keterangan resmi yang diterima narasi.co, Senin, 1 Desember 2025.
Sebagai respons awal, AirNav telah menerbitkan NOTAM TIBA (Traffic Information Broadcast by Aircraft) di Bandara Lhokseumawe, Takengon, dan Mandailing Natal.
Kebijakan ini diberlakukan akibat sebagian personel navigasi di lokasi tersebut ikut terdampak banjir atau menghadapi hambatan akses menuju tempat tugas.
Di sisi lain, AirNav juga mengaktifkan Posko Operasional Navigasi Penerbangan di fasilitas Indonesia Network Management Center (INMC).
Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali, koordinasi, dan pemantauan layanan dari seluruh unit di wilayah terdampak.
Untuk menjaga stabilitas layanan di tengah situasi darurat, AirNav Indonesia mengerahkan tambahan personel operasional dan teknis dari berbagai kantor cabang.
Di antaranya Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Halim Perdanakusuma, dan Pekanbaru.
Penguatan ini difokuskan pada Kantor Cabang Aceh dan Medan.
Selain itu, dilakukan pula penugasan langsung personel ke unit layanan di Lhokseumawe dan Takengon guna memastikan operasional bandara tetap berjalan dan mendukung misi kemanusiaan yang dilaksanakan berbagai instansi, seperti Basarnas, TNI, BNPB, dan lembaga kemanusiaan lainnya.
“Dengan pemulihan personel tersebut, NOTAM TIBA kemudian dicabut,” ujar Avirianto.
Dalam aspek infrastruktur, AirNav Indonesia memperkuat sistem komunikasi penerbangan melalui pemasangan jaringan internet Starlink di Lhokseumawe, Sibolga, dan Gunung Sitoli.
Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas operasional tetap stabil, meski jaringan telekomunikasi darat mengalami gangguan.
AirNav juga mengirim peralatan teknis pendukung agar seluruh fasilitas navigasi tetap berfungsi optimal.
Selain itu, sebagai wujud kepedulian sosial, AirNav bersama Bulog menyalurkan 200 paket sembako melalui posko cabang setempat dan Posko Darurat InJourney, untuk membantu masyarakat dan karyawan yang terdampak bencana.
Selama masa tanggap darurat berlaku, AirNav Indonesia akan terus memantau kondisi lapangan dan siap melakukan penambahan sumber daya maupun langkah teknis lanjutan jika diperlukan.
“Semua ini dilakukan guna menjamin keselamatan dan kelancaran navigasi penerbangan, serta mendukung penuh operasi kemanusiaan yang berlangsung,” tutup Avirianto.

