
KUTIM: Ratusan pehobi motor trail dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) untuk ikut serta dalam Jelajah Alam Sangatta (Jelas) ke-7.
Keramaian itu memuncak pada malam ramah tamah yang berlangsung di halaman Cafe Kopi Kai, Jumat, 28 November 2025.
Founder Jelas yang juga Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, turut hadir menyambut para undangan.
Di hadapan para riders, ia menekankan bahwa Jelas 7 kembali memperlihatkan magnetnya sebagai ajang pertemuan komunitas trail berskala nasional.
Menurutnya, peserta yang mendaftar tak hanya datang dari kawasan sekitar Kutim, tetapi juga dari kota-kota jauh di Pulau Jawa sampai Sulawesi.
“Kita melihat sendiri bagaimana kegiatan ini menarik pegiat otomotif lintas daerah. Ada yang datang dari Surabaya, Sragen, Banyuwangi, hingga Makassar dan Kendari,” ujarnya.
Mahyunadi menilai perhelatan ini bukan semata ajang rekreasi motor trail, melainkan wahana mempererat jejaring komunitas sekaligus mempromosikan kondisi geografis dan potensi Kutai Timur.
Ia menggambarkan Jelas sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan wajah Kutim yang belum banyak dijelajahi publik luas.
“Kegiatan semacam ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan sekaligus memperlihatkan pesona daerah kita. Kutim ingin menunjukkan bahwa kami siap menjadi arena kegiatan trail yang memberi nilai lebih bagi daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, komitmen untuk menjaga keberlangsungan Jelas perlu dipertahankan agar manfaatnya makin terasa.
Menurut Mahyunadi, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya untuk kegiatan olahraga, termasuk otomotif.
“Bupati terus mendorong pengembangan berbagai cabang olahraga di sini. Dukungan itu juga termasuk kegiatan otomotif, karena bisa menjadi wadah untuk mengenalkan Kutim kepada lebih banyak orang,” tuturnya.
Ia menegaskan, kedatangan peserta dari berbagai provinsi membawa dampak ekonomi yang nyata.
“Para tamu datang, berbelanja produk lokal, dan itu membantu UMKM kita tumbuh. Kegiatan ini punya efek langsung pada perputaran ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Dari sisi teknis, Panitia Pelaksana, Dedi memaparkan rute yang akan ditempuh.
Ia menyebut etape Jelas 7 dirancang sepanjang 50 kilometer dengan kombinasi medan tanah, jalur hutan, serta kawasan lintas Bontang-Sangatta.
“Peserta akan mulai dari Polder Ilham Maulana, kemudian masuk ke jalur yang sudah dibagi menjadi beberapa titik pengecekan. Semua pos itu wajib dilalui sebelum peserta kembali lagi ke titik awal,” jelas Dedi dalam sesi technical meeting.
Ia juga mengingatkan bahwa medan yang harus ditembus para rider tidak ringan.
Jalur tersebut, kata dia, menuntut stamina prima dan ketelitian membaca kondisi alam.
“Kami berharap semua peserta benar-benar menyiapkan diri. Tidak ada petugas medis yang mendampingi secara personal di rute, sehingga kewaspadaan menjadi kunci,” ujar Dedi.
Ia menutup penjelasannya dengan pesan agar para rider mengutamakan keselamatan.
“Jaga fisik, kendalikan motor dengan cermat, dan hormati batas kemampuan masing-masing. Tantangan di lapangan cukup beragam,” katanya.
Dengan persiapan yang matang dan antusiasme peserta yang mengalir dari berbagai daerah, Jelas 7 kembali memperlihatkan bahwa aktivitas trail tidak sekadar olahraga, tetapi juga sarana mempertemukan komunitas dan menghidupkan denyut ekonomi lokal. (Adv)

