

SAMARINDA: Penataan lapak pedagang di Pasar Pagi Samarinda masih dievaluasi Dinas Perdagangan (Disdag) menyusul adanya permintaan agar penempatan lapak dapat disesuaikan dengan kebutuhan pedagang.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Joha Fajal mengatakan, proses evaluasi dilakukan untuk mencari skema penataan yang dinilai paling sesuai, baik bagi pemerintah maupun para pemilik lapak.
Menurutnya, sejumlah pedagang mengusulkan agar lapak yang mereka tempati dapat diletakkan berdekatan atau berada dalam satu area. Permintaan itu muncul karena dalam proses pembagian sebelumnya, satu keluarga bisa memiliki beberapa lapak dengan nama kepemilikan yang berbeda.
“Sekarang ada yang mempertanyakan termasuk pemilik lapak, kalau bisa dijadikan satu. Nah itulah yang menjadi harapan pemilik lapak dan nanti ditinjau oleh dinas untuk mencari yang terbaik,” ujar Joha di Samarinda, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, dalam pendataan sebelumnya, terdapat kondisi satu keluarga memiliki hingga tiga lapak, tetapi masing-masing tercatat atas nama orang yang berbeda. Hal tersebut turut memengaruhi penempatan lapak ketika pembagian dilakukan melalui sistem undian.
Kondisi itu kata Joha, menjadi salah satu alasan mengapa pedagang yang masih memiliki hubungan keluarga bisa mendapatkan lapak di lantai berbeda, misalnya lantai dua dan lantai tiga.
“Kalau dulu kenapa ada yang dapat satu di lantai dua, satu di lantai tiga? Memang bukan atas nama dia sendiri, tetapi atas nama keluarganya. Sehingga pada saat diundi, penempatannya berbeda-beda,” jelasnya.
Karena itu, permintaan untuk menyatukan lapak kini menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi penataan Pasar Pagi.
Joha menyebut, pembahasan terkait penempatan lapak masih berjalan. Keputusan akhir mengenai penyesuaian lokasi berada pada Dinas Perdagangan (Disdag) setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari pemilik lapak.
Di sisi lain, penataan lapak menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aktivitas perdagangan di Pasar Pagi yang telah direvitalisasi menjadi pasar modern bertingkat. Sejumlah pedagang di lantai atas dan zona basah sebelumnya menghadapi tantangan berupa aktivitas pembeli yang belum merata.
Evaluasi diharapkan tidak hanya memperhatikan pembagian ruang dagang, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan pedagang dan kemudahan pengunjung dalam menjangkau lapak.
“Dengan penataan yang lebih sesuai, Pasar Pagi diharapkan dapat semakin optimal sebagai pusat perdagangan dan kembali menjadi tujuan belanja masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

