SAMARINDA: Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Kaltim menjadi Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) pada akhir 2026 sebagai upaya menekan angka penderita TBC.
Seno Aji mengatakan saat ini baru terdapat 74 desa yang telah menjadi Desa Siaga TB. Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan 841 desa dan sisanya kelurahan, hingga total 1.038 desa dan kelurahan dapat menjadi Desa Siaga TBC.
“Harapan kami di akhir tahun 2026, 841 desa dan sisanya adalah kelurahan sampai 1.038 itu, kita bisa membuat semuanya menjadi Desa Siaga,” ujar Seno Aji, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya program tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah penderita TBC di Kaltim. Ia menyebut Kaltim saat ini termasuk dalam 16 besar provinsi yang terindikasi memiliki kasus TBC.
“Karena ini akan mengurangi penderita TBC. Kaltim merupakan provinsi 16 besar yang terindikasi terkena TBC, dan kami berharap bisa mengurangi secara signifikan nanti ke depan dengan adanya Desa Siaga dan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya.
Seno menegaskan Pemprov Kaltim mendukung penuh program eliminasi TBC dan akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Salah satunya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendukung pembenahan rumah layak huni sehingga masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat.
“Kita Pemerintah Provinsi Kaltim kami mendukung penuh kegiatan ini dan kita akan berdiskusi dengan OPD-OPD terkait. Misalnya PUPR untuk pembenahan rumah layak huni, sehingga lingkungan menjadi lebih sehat,” jelasnya.
Selain persoalan TBC Seno juga menyinggung dampak El Nino terhadap potensi krisis pangan di Kabupaten Mahakam Ulu, khususnya Desa Long Apari.
Ia mengatakan kondisi air yang surut telah menyebabkan masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Pemprov Kaltim pun telah menyiapkan bantuan untuk dikirim ke Mahakam Ulu sebagai langkah jangka pendek.
“Kami sudah mendengarkan di Mahakam Ulu terutama di Desa Long Apari yang saat ini airnya surut. Mereka sudah kesulitan bahan pangan dan Provinsi Kalimantan Timur sudah menyiapkan bantuan untuk berangkat ke Mahakam Ulu,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang Pemprov Kaltim akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk membuka akses jalan dari Long Pahangai menuju Long Apari dengan menggunakan alat berat.
Menurut Seno pembangunan akses tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan masa depan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kemudian jangka panjangnya kita akan kirimkan alat berat dengan kerja sama kabupaten untuk membuka jalur jalan dari Long Pahangai ke Long Apari. Ini sangat penting karena masa depan mereka tergantung dari jalan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan apabila anggaran tersedia pada tahun berikutnya pemerintah akan melakukan pengerasan menggunakan material sirtu agar akses jalan tersebut dapat digunakan masyarakat.
“Insyaallah kita akan segera buka. Kemudian tahun depan kalau memang kita anggarannya sudah ada, kita akan segera lakukan sirtu supaya jalan bisa digunakan,” pungkasnya.

