SAMARINDA : Sebagai Putri Indonesia asal Kalimantan Timur, harus mampu menyuarakan keunggulan daerah di tingkat nasional maupun internasional. Artinya, bukan hanya pemerintah saja yang berjuang agar banyak orang berkunjung ke Kaltim, tetapi peran Putri Pariwisata juga sangat diperlukan. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, juga bisa menjadi bahan promosi dan publikasi.
Demikian pesan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, Jumat (3/2/2023), kepada peserta lomba Putri Pariwisata Indonesia asal Kaltim, agar betul-betul menguasai wawasan kebangsaan, terutama geografis dan potensi yang ada di Benua Etam.
Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia asal Kaltim akan digelar pada Sabtu, 4 Februari 2023 di Convention Hall Samarinda.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim itu mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menaruh harapan besar bagi finalis yang terpilih mewakili Putri Pariwisata Indonesia untuk menyuarakan potensi Kaltim ketika berkompetisi nanti.
Selain itu, Yuni, sapaan akrabnya mengatakan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim juga bisa menjadi bahan promosi dan publikasi.
Ia meminta, Putri Pariwisata Indonesia asal Kaltim bisa menyampaikan terkait bagaimana kesiapan dan dukungan masyarakat Kaltim terhadap IKN, baik itu kesiapan secara moril maupun kompetensi sumber daya manusia di daerah.
Yuni yakin, generasi muda saat ini sudah semakin maju dan kreatif sehingga putri asal Kaltim dituntut untuk mengasah kemampuan, pengetahuan dan wawasan agar selain mampu berbicara di hadapan publik, juga mampu mempromosikan daerahnya di tingkat nasional maupun internasional.
“Ke depannya, banyak wisatawan nusantara hingga mancanegara akan berkunjung ke Kaltim. Jadi, Putri Indonesia asal Kaltim memiliki peran besar untuk menyuarakan itu,” pungkasnya.

