SAMARINDA: Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi fiskal, Pemerintah Kota Samarinda menunda rencana revitalisasi menyeluruh Pasar Segiri Samarinda.
“Akibat pengurangan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Transfer ke Daerah (TKD), revitalisasi Pasar Segiri sementara harus ditunda,” jelas Walikota Samarinda Andi Harun seraya menambahkan semoga 2027 APBD kita kembali kuat, minimal tiga perempat dari kondisi sebelumnya.
Pemkot Samarinda berharap jika kondisi fiskal membaik, perencanaan revitalisasi Pasar Segiri dapat kembali dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Menanggapi pernyataan Walikota Andi Harun, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan mengatakan, pembahasan renovasi belum dilakukan dan meminta pemerintah memaksimalkan fasilitas pasar yang ada terlebih dahulu.
“Di DPRD belum ada pembahasan. Belum ada pembahasan karena memang masa-masa efisiensi ini,” ujarnya kepada wartawan, Jumat malam 8 Mei 2026.
Menurut Viktor, sebelum melakukan pembangunan besar. Pemerintah sebaiknya memastikan seluruh lapak dan lahan , yang tersedia di Pasar Segiri dimanfaatkan secara optimal.
Ia menilai, pembangunan pasar baru atau renovasi besar akan percuma. Jika pada akhirnya kembali muncul persoalan perebutan lapak dan banyak area yang tidak terisi.
“Sekarang fenomenanya ketika baru dibangun orang ramai-ramai mau berjualan. Tapi begitu sudah lama, bagian belakang kosong. Nah itu dimaksimalkan dulu,” katanya.
Meski demikian, Viktor tidak menutup kemungkina. Dilakukan rehabilitasi, pada area yang sebelumnya terbakar.
Namun, menurutnya keputusan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan riil pedagang serta kondisi keuangan daerah.
“Apakah memang jumlah penjual membludak atau tempat yang ada sekarang tidak bisa dimaksimalkan, itu harus dipertimbangkan,” ujarnya.
Juga jika revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, pengerjaannya kemungkinan harus bertahap mengingat masih banyak prioritas pembangunan lain yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Samarinda.
Salah satu prioritas yang disebutnya adalah penanganan banjir, hingga kini masih membutuhkan dukungan anggaran besar.
“Prioritas dulu lah. Salah satu contohnya bagaimana menangani masalah banjir yang masih sangat membutuhkan biaya,” kata Viktor.
Ia menyarankan pemerintah memanfaatkan terlebih dahulu keberadaan Pasar Pagi yang baru direvitalisasi sebagai alternatif penataan pedagang.
“Kita lihat dulu Pasar Pagi ini bagaimana, dua-tiga bulan ke depan. Bisa saja pedagang yang membutuhkan tempat di Segiri dialihkan ke Pasar Pagi,” ujarnya.
Meski begitu, Viktor mengakui kondisi Pasar Segiri saat ini mulai tertinggal dibanding perkembangan infrastruktur Kota Samarinda sehingga revitalisasi tetap diperlukan dalam jangka panjang.
“Kalau untuk keindahan kota dan kondisi keuangan longgar, boleh saja direhab. Karena Pasar Segiri di tengah pembangunan kota terlihat semakin tertinggal,” katanya.

