

SAMARINDA: Komisi III DPRD Samarinda menekankan pentingnya riset sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Samarinda. Kajian yang matang dinilai diperlukan agar setiap pengadaan sarana dan prasarana benar-benar sesuai kebutuhan dan mampu mengatasi persoalan sampah secara efektif.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan target mewujudkan Samarinda sebagai kota yang lebih bersih harus didukung dengan perencanaan berbasis riset, bukan sekadar pengadaan peralatan.
“Kalau kita ingin menuju kota yang bebas sampah, semuanya harus melalui kajian riset yang tepat. Pengadaan maupun pembelian peralatan harus berdasarkan hasil riset,” ujarnya, di Samarinda, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Deni, pendekatan tersebut penting agar setiap fasilitas yang dibeli dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak menjadi aset yang kurang efektif karena tidak didukung sistem yang memadai.
Ia mencontohkan rencana pengadaan insinerator yang saat ini tengah dibahas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurutnya, pemerintah sebaiknya membangun terlebih dahulu sistem pendukung sebelum mendatangkan unit pengolah sampah tersebut.
“Bangun dulu subsistemnya, baru lakukan pengadaan unitnya supaya benar-benar maksimal,” katanya.
Deni mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru melakukan pengadaan tanpa kesiapan operasional. Sebab, peralatan yang telah dibeli berpotensi tidak bekerja secara optimal apabila sistem pendukungnya belum tersedia.
“Jangan sampai unitnya sudah datang, tetapi belum bisa efektif dan efisien untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Samarinda,” tegasnya.
Ia berharap seluruh kebijakan pengelolaan sampah ke depan disusun berdasarkan kajian ilmiah sehingga anggaran yang digunakan lebih tepat sasaran dan mampu memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.

