
BONTANG: Keterlibatan dua pelajar dalam kasus peredaran narkotika di Kota Bontang menjadi perhatian DPRD Kota Bontang. Peristiwa tersebut dinilai sebagai peringatan bahwa ancaman narkoba telah menyasar kalangan usia sekolah dan membutuhkan langkah pencegahan yang lebih serius.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang Muhammad Yusuf mengusulkan agar tes urine dilakukan secara berkala di lingkungan sekolah sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Usulan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus peredaran sabu oleh Satresnarkoba Polres Bontang yang melibatkan dua remaja berstatus pelajar, yakni MAP (17) dan F (18). Dari kasus tersebut, polisi menyita barang bukti sabu dengan berat total mencapai 854,67 gram.
Menurut Yusuf, kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba terus mencari cara untuk merekrut generasi muda. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar pelajar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Tes urine perlu dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan. Dengan begitu potensi penyalahgunaan bisa diketahui lebih awal,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.
Politisi PKB itu menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan yang aman dari penyalahgunaan narkoba. Namun, upaya tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut pihak-pihak yang diduga berada di balik keterlibatan para pelajar dalam kasus tersebut. Menurutnya, remaja kerap menjadi sasaran jaringan narkotika karena dianggap lebih mudah dipengaruhi.
Selain pengawasan, Yusuf menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai bahaya narkoba kepada para siswa. Menurutnya, pemahaman yang kuat mengenai risiko hukum maupun dampak kesehatan dapat menjadi benteng awal bagi pelajar untuk menolak ajakan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
“Penyampaian tentang bahaya narkoba harus terus dilakukan agar siswa memiliki pemahaman yang kuat dan tidak mudah terpengaruh,” katanya.
Ia menambahkan, pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.
“Persoalan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Pengawasan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting agar anak-anak kita tidak menjadi sasaran peredaran narkotika,” pungkasnya. (Adv).

