BONTANG : Pasar Telihan Bontang, sudah 10 tahun gelap gulita, meski Komisi III DPRD Kota Bontang sudah melakukan inspekai mendadak. Namun hingga kini, belum ada penanganan dari pemerintah kota (pemkot), meski sering diusulkan perbaikannya.
Koordinator UPT Pasar Telihan, Fadlyansah, mengatakan hal tersebut kepada narasi.co , Jumat (3/2/2023), berkaitan dengan pasokan listrik PLN ke Pasar Telihan Bontang Barat yang belum maksimal.
Dikatakan, kondisi gelap tanpa penerangan ini, telah memberikan ketidaknyamanan bagi pelanggan maupun pengunjung, oleh karena itu dirinya berharap setelah adanya pihak legislatif, penerangan Pasar Telihan kembali di normalkan.
“Harapan kami memang seperti itu, tapi belum ada tanda-tanda untuk perbaikan,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan jika penerangan yang ada di dalam pasar merupakan inisiatif pedagang sendiri pasca akses listrik Pasar Telihan bermasalah.
“Itu meteran yang di pasang sendiri, karena waktu itu listrik mati cukup lama tapi tidak direspon pemerintah. Tidak mau gelap-gelapan mereka beli sendiri meterannya,” tuturnya.
Sementara sebelumnya, Supervisor Teknik PLN Cabang Bontang Fiqri mengatakan bahwa bukan mereka yang tidak menginginkan menyalurkan listrik ke Pasar Telihan, namun persoalan ini berkemungkinan pada instalasi pasar.
“Bukan dari trafo listrik, tapi ini kemungkinan karena instalasi yang ada dalam pasar,” jelasnya.
Ia menerangkan, persoalan instalasi dalam gedung merupakan risiko dan tanggungan pelanggan, sementara tugas PLN hanya penyaluran listrik dari trafo ke meteran.
“Tugas kami hanya dari trafo ke meteran, kalau dalam gedung tugasnya pelanggan,” tandasnya.

