JAKARTA: Terlepas dari tantangan ekonomi domestik maupun global yang ada, kinerja perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia saat pandemi covid-19 hingga kini, terus berusaha menampilkan kinerja terbaiknya di sepanjang 2022.
Terbukti, Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) melakukan kajian terhadap para perusahaan asuransi.
LRMA sudah mempublikasikan laporan keuangan 2021-2022, 44 perusahaan di antaranya asuransi jiwa, umum, reasuransi, asuransi syariah full fledged jiwa dan umum, juga unit syariah jiwa, umum, dan reasuransi, memperoleh penghargaan dari Media Asuransi.
Direktur Utama Media Asuransi, Mucharor Djalil, pada malam penganugerahan, Senin (18/9/2023) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan mengatakan, penghargaan Best Insurance Award 2023 yang ke-15 kali sejak 2007, tidak terlepas dari para tokoh perasuransian Indonesia.
Dukungan yang berkesinambungan, menghasilkan award-award setiap tahun, minus pandemi covid-19.
“Penerima Award 2023, sesuai hasil riset adalah perusahaan yang sudah berhasil meraih kinerja terbaik dari kompetitornya di masing-masing kelompok,” ujar Mucharor.
Ditambahkan, untuk Insurance Award 2023 kali ini, ada yang istimewa. Karena Media Asuransi memberikan penghargaan khusus, kepada 5 tokoh asuransi yang menjadi inisiator dan dewan juri Insurance Award 2007.
Para penerima yakni, Firdaus Djaelani, Hotbonar Sinaga, Djonny Wiguna, Kapler A. Marpaung dan Angger Yuwono.
Bicara tentang riset LRMA, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi industri asuransi jiwa 2022 dari sisi laba bersih (laba setelah pajak), mencapai 73,42 persen dari Rp5,96 triliun di 2021, meningkat menjadi Rp10,34 triliun pada 2022.
Pada laba sebelum pajak juga ada peningkatan 29,33 persen, pada 2021 masih sebesar Rp9,26 triliun ada kenaikan menjadi Rp11,97 triliun pada 2022.
Sementara itu, tekanan cukup dalam pada total pendapatan. Pendapatan masih lebih tinggi di tahun 2021 yakni sebesar Rp194,46 triliun, tetapi menyusut 9,17 persen menjadi Rp181,66 triliun di 2022.
Sedangkan, total pendapatan premi turun 8,33 persen dari Rp182,80 triliun di tahun 2021 menjadi Rp167,86 triliun di 2022.
Untuk di industri asuransi umum, LRMA mencatat premi bruto naik 13,29 persen, dari Rp68,95 triliun per Desember 2021 menjadi Rp78,05 triliun per Desember 2022.
Sedangkan premi neto meningkat 12,53 persen yoy, dari Rp39,26 triliun per Desember 2021 menjadi Rp44,18 triliun per Desember 2022.
Secara keseluruhan, pertumbuhan premi industri asuransi umum ini jauh membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, nilai klaim neto juga meningkat di tahun lalu meningkat 7,63 persen, dari Rp21,92 triliun per Desember 2021 menjadi Rp23,59 triliun per Desember 2022.
Sedangkan nilai aset industri lanjutnya, tumbuh 5,48 persen, dari Rp184,14 triliun per Desember 2021 menjadi Rp194,24 triliun per Desember 2022.
Seiring peningkatan aset, nilai investasi juga meningkat sebesar 5,56 persen, dari Rp88,32 triliun per Desember 2021 menjadi Rp93,23 triliun per Desember 2022.
Sedangkan nilai ekuitas tumbuh 8,41 persen, dari Rp66,85 triliun per Desember 2021 menjadi Rp72,48 triliun per Desember 2022. (*)

