SAMARINDA: Polresta Samarinda meningkatkan pengamanan di sejumlah gereja dan titik keramaian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pengamanan dilakukan melalui Operasi Lilin Mahakam 2025 yang akan berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Operasi ini melibatkan pengamanan ibadah Natal, perayaan Tahun Baru, serta pengawasan di pusat-pusat keramaian dan objek vital.
“Pengamanan Nataru ini merupakan agenda rutin, tetapi kita tidak boleh bersikap underestimate. Setiap tahun ada potensi kerawanan yang harus diantisipasi sejak awal,” ujar Hendri Umar saat rapat koordinasi kesiapan Natal dan tahun baru 2025/2026 dalam rangka pelaksanaan operasi terpusat “Lilin Mahakam 2025”, Senin, 15 Desember 2025.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, terdapat 190 gereja di Kota Samarinda, dengan 105 gereja di antaranya melaksanakan ibadah Natal.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen masuk kategori membutuhkan pengamanan khusus, terutama gereja dengan jumlah jemaat besar dan riwayat kerawanan.
Sejumlah gereja yang menjadi prioritas pengamanan antara lain Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, GPIB Jemaat Immanuel Samarinda, GPdI “Bethesda” Loa Janan Samarinda Seberang.
Gereja-gereja tersebut memiliki jumlah jemaat lebih dari 2.000 orang dan dinilai membutuhkan pola pengamanan lebih terperinci.
Untuk mendukung pengamanan, Polresta Samarinda menyiapkan sekitar 10 pos pengamanan, termasuk pos terpadu di kawasan Teras Samarinda yang diproyeksikan menjadi pusat keramaian perayaan Tahun Baru.
Selain itu, pos pengamanan juga ditempatkan di sejumlah gereja prioritas serta di pintu masuk Tol Palaran.
Polisi juga menyiapkan dua pos pelayanan, masing-masing di Bandara APT Pranoto dan Pelabuhan Nusantara Samarinda, guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Terkait perayaan Tahun Baru, Polresta Samarinda mendukung rencana pemusatan kegiatan di kawasan Teras Samarinda.
Langkah ini diambil agar pengawasan dan pengendalian massa dapat dilakukan secara terfokus, termasuk pengamanan karnaval malam pergantian tahun dan pesta kembang api.
Meski demikian, polisi tetap memantau sejumlah lokasi lain, termasuk beberapa hotel yang berencana menggelar pesta kembang api, seperti Hotel Mercure dan Hotel Aston.
Seluruh kegiatan tersebut akan melalui rekomendasi dan pengawasan Sat Intelkam Polresta Samarinda serta koordinasi dengan Polda Kaltim.
Selain pengamanan terbuka, Polresta Samarinda juga menyiapkan langkah sterilisasi di gereja-gereja dengan tingkat kerawanan tinggi, bekerja sama dengan satuan Brimob dan tim penjinak bahan peledak.
“Kami mengharapkan koordinasi dan kerja sama dari seluruh instansi terkait agar pengamanan Natal dan Tahun Baru di Samarinda dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegas Hendri Umar.
Polresta Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta melaporkan segera jika menemukan potensi gangguan keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

